Kisah Putri Kaca Mayang dan Asal Usul Pekanbaru
Kamis, 28 Juli 2022 - 05:34 WIB
loading...
A
A
A
Putri Kaca Mayang lalu diserahkan kembali kepada Panglima Gimpan untuk dibawa pulang ke Kerajaan Gasib.
Tetapi sayang, kondisi Putri Kaca Mayang saat itu sedang sakit. Dengan tubuhnya yang lemah, dia lalu dibawa ke Kerajaan Gasib. Dalam perjalanan pulang itu, Putri Kaca Mayang akhirnya meninggal dunia.
Panglima Gasib pun gagal menunaikan janjinya untuk membawa Putri Kaca Mayang hidup-hidup ke istana. Kematian Putri Kaca Mayang makin membuat Raja Gasib, seluruh keluarga dan masyarakat Gasib bersedih.
Jenazah Putri Kaca Mayang lalu dimakamkan di Gasib. Sejak kepergian putrinya itu, Raja Gasib menjadi pemurung. Baca: Petualangan Ibnu Batutah, dari Makkah hingga ke Kerajaan Islam Samudera Pasai
Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan istana dan menyepi ke Gunung Ledang, Malaka. Pemerintahan kerajaan kemudian diserahkan kepada Panglima Gimpan. Tetapi, akhirnya Panglima Gimpan juga meninggalkan istana.
Dia lalu membuka perkampungan baru di luar Kerajaan Gasib, yang diberi nama Pekanbaru. Panglima Gimpan meninggal dan dimakamkan di Hulu Sail, sekitar 20 KM dari Kota Pekanbaru.
Hingga kini, nama itu disebut juga sebagai ibu kota Provinsi Riau, yaitu Kota Pekanbaru. Demikian ulasan singkat Cerita Pagi diakhiri. Semoga bermanfaat.
Tetapi sayang, kondisi Putri Kaca Mayang saat itu sedang sakit. Dengan tubuhnya yang lemah, dia lalu dibawa ke Kerajaan Gasib. Dalam perjalanan pulang itu, Putri Kaca Mayang akhirnya meninggal dunia.
Panglima Gasib pun gagal menunaikan janjinya untuk membawa Putri Kaca Mayang hidup-hidup ke istana. Kematian Putri Kaca Mayang makin membuat Raja Gasib, seluruh keluarga dan masyarakat Gasib bersedih.
Jenazah Putri Kaca Mayang lalu dimakamkan di Gasib. Sejak kepergian putrinya itu, Raja Gasib menjadi pemurung. Baca: Petualangan Ibnu Batutah, dari Makkah hingga ke Kerajaan Islam Samudera Pasai
Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan istana dan menyepi ke Gunung Ledang, Malaka. Pemerintahan kerajaan kemudian diserahkan kepada Panglima Gimpan. Tetapi, akhirnya Panglima Gimpan juga meninggalkan istana.
Dia lalu membuka perkampungan baru di luar Kerajaan Gasib, yang diberi nama Pekanbaru. Panglima Gimpan meninggal dan dimakamkan di Hulu Sail, sekitar 20 KM dari Kota Pekanbaru.
Hingga kini, nama itu disebut juga sebagai ibu kota Provinsi Riau, yaitu Kota Pekanbaru. Demikian ulasan singkat Cerita Pagi diakhiri. Semoga bermanfaat.
(san)
Lihat Juga :