Bakar Semangat Kader PDIP Sulsel, Hasto: Kekuatan Kita Berasal dari Rakyat
Kamis, 28 Juli 2022 - 00:40 WIB
loading...
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto saat menghadiri konsolidasi dan rapat pimpinan (Rapim) PDIP se-Sulsel, di Kota Makassar, Rabu malam (27/7/2022). Foto: SINDOnews/Anicolha
A
A
A
MAKASSAR - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membakar semangat kader PDIP saat berpidato di rapat pimpinan PDIP Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kota Makassar, Rabu malam (27/7/2022).
Hasto meminta agar kader partai mengambil api semangat peristiwa 27 Juli 1996 untuk lebih semakin memperkuat pergerakan ke rakyat di bawah.
Hasto berbicara soal peringatan peristiwa 27 Juli. Dia menjelaskan bagaimana dahulu Soekarno dilengserkan karena kekuatan pikirannya berhasil memerdekakan Indonesia dari Belanda, dan bagaimana Soekarno memerdekakan bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Hal ini menakutkan bagi banyak negara Barat.
Baca juga: Sekjen PDIP Minta Aktor Intelektual Peristiwa Kudatuli 1996 Diusut
Ketakutan itu membuat kolaborasi Barat dengan kekuatan Soeharto, dan berlanjut hingga ke era Orde Baru. Hingga kemunculan Megawati Soekarnoputri yang terus menggerakkan serta menyadarkan rakyat untuk bebas dari kungkungan tirani. Gerak Megawati terus berusaha dijatuhkan hingga berpuncak pada peristiwa 27 Juli tersebut.
Dari kejadian itu, kata Hasto, kader PDIP harus mengingat bahwa kekuatan kita adalah berasal dari rakyat. “Maka jangan lupakan arus bawah. Jangan mengejar kepentingan diri sendiri dan kapital. Sebab politik itu dedikasi bagi bangsa dan negara serta berjuang bagi kepentingan umum. Peristiwa 27 Juli mengajarkan kita bergerak ke bawah,” ujar Hasto.
Hasto meminta agar kader partai mengambil api semangat peristiwa 27 Juli 1996 untuk lebih semakin memperkuat pergerakan ke rakyat di bawah.
Hasto berbicara soal peringatan peristiwa 27 Juli. Dia menjelaskan bagaimana dahulu Soekarno dilengserkan karena kekuatan pikirannya berhasil memerdekakan Indonesia dari Belanda, dan bagaimana Soekarno memerdekakan bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Hal ini menakutkan bagi banyak negara Barat.
Baca juga: Sekjen PDIP Minta Aktor Intelektual Peristiwa Kudatuli 1996 Diusut
Ketakutan itu membuat kolaborasi Barat dengan kekuatan Soeharto, dan berlanjut hingga ke era Orde Baru. Hingga kemunculan Megawati Soekarnoputri yang terus menggerakkan serta menyadarkan rakyat untuk bebas dari kungkungan tirani. Gerak Megawati terus berusaha dijatuhkan hingga berpuncak pada peristiwa 27 Juli tersebut.
Dari kejadian itu, kata Hasto, kader PDIP harus mengingat bahwa kekuatan kita adalah berasal dari rakyat. “Maka jangan lupakan arus bawah. Jangan mengejar kepentingan diri sendiri dan kapital. Sebab politik itu dedikasi bagi bangsa dan negara serta berjuang bagi kepentingan umum. Peristiwa 27 Juli mengajarkan kita bergerak ke bawah,” ujar Hasto.
Lihat Juga :