Produksi dan Edarkan Uang Palsu, 2 Pelaku Pasrah Diciduk Polisi

Sabtu, 23 Juli 2022 - 05:31 WIB
loading...
Produksi dan Edarkan...
Dua pelaku peredaran uang palsu di Kotamubagu diamankan petugas Polres Kotamubagu.Foto/ist
A A A
KOTAMOBAGU - Dua orang diduga membuat dan mengedarkan uang palsu dibekuk Tim Resmob Sat Reskrim Polres Kotamobagu. Mereka adalah RD alias Ron (35) warga Modayag Boltim, dan MFM alias Fad (27) warga Sinindian Kotamobagu.

Kasi Humas Polres Kotamobagu, Iptu I Dewa G Dwiadyana mengatakan kasus ini terungkap dari laporan masyarakat melalui media sosil yang memposting adanya uang palsu.

Baca juga: Penembak Istri TNI Ditangkap di Perbatasan Semarang-Demak

"Ada pun dua orang pelaku yang diduga mengedarkan uang palsu tersebut yakni RD alias Ron (35) warga Modayag Boltim, dan MFM alias Fad (27) warga Sinindian Kotamobagu," kata Kasi Humas Iptu I Dewa G Dwiadyana, Sabtu (23/7/2022)

Keduanya ditangkap pada Minggu (26/06/2022) pukul 15.00 Wita. MFM di tangkap di rumahnya, Kelurahan Sinindian Kec. Kotamobagu Timur, sedangkan RD ditangkap di kost-kosan Triple-X Kel. Mogolaing.

"Kedua orang ini memiliki peran yang berbeda yakni RD bertugas sebagai pembuat uang palsu, sedangkan MFM bertugas menyimpan dan mengedarkan uang palsu tersebut," ujar Iptu I Dewa G Dwiadyana

Dari tangan keduanya diamankan barang bukti yakni printer Canon satu buah, clear spray paint satu buah, kertas HVS sebanyak satu rim, penggaris, gunting, pisau cutter tiga buah, uang palsu pecahan 100.000 sebanyak tiga lembar, uang palsu pecahan 50.000 sebanyak dua lembar serta Setrika listrik.

Modus operandi komplotan ini adalah RD membuat atau mencetak uang palsu kemudian diserahkan kepada MFM digunakan untuk berbelanja.

“Kedua tersangka telah diamankan di Mapolres bersama barang bukti, para pelaku sudah pernah melakukan pemalsuan uang pada Desember 2021, dan pada Kamis 23 Juni 2022, masih ada satu pelaku dalam pengejaran yang identitasnya telah dikantongi," pungkasnya
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kronologi 2 WN Liberia...
Kronologi 2 WN Liberia Ditangkap terkait Kasus Penipuan Modus Black Dollar
Ribuan Lembar Dolar...
Ribuan Lembar Dolar Palsu Disita Polisi Menjelang Nataru, 2 Orang Dibekuk
Kronologi Mantan Artis...
Kronologi Mantan Artis Drama Kolosal Sekar Arum Ditangkap terkait Uang Palsu
Edarkan Uang Palsu Rp223...
Edarkan Uang Palsu Rp223 Juta, Mantan Artis Sinetron SA Ditangkap
Bongkar Rumah Produksi...
Bongkar Rumah Produksi Uang Palsu di Bogor, Polsek Tanah Abang Sita Rp451,7 Juta
Profil Annar Salahuddin...
Profil Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka Pemasok Bahan Baku Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar
Mata Uang yang Paling...
Mata Uang yang Paling Banyak Dipalsukan di Dunia, Dolar AS Jadi Target Utama
Beroperasi sejak Awal...
Beroperasi sejak Awal 2024, 10 Tersangka Berhasil Jual Uang Palsu Senilai Rp6 Miliar
Polri Gerebek Kios Percetakan...
Polri Gerebek Kios Percetakan Rp1,2 Miliar Uang Palsu, 10 Orang Jadi Tersangka
Rekomendasi
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved