Covid-19 Melonjak, Anggota DPRD DKI Minta Pengawasan Prokes Kembali Diperketat
Jum'at, 22 Juli 2022 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI ini juga menyoroti fenomena bocah Citayam, Bojong Gede, dan Depok (SCBD) di kawasan Dukuh Atas dan Jalan jenderal Sudirman. Ia meminta para bocah SCBD tersebut agar tertib mematuhi prokes.
"Saya tidak anti kreativitas, silakan adik- adik bermain di wilayah Sudirman, tapi saya mohon tolong dijaga prokesnya. Apalagi sekarang masih pandemi dan terjadi kerumunan seperti ini. Saya berharap adik-adik SCBD dapat memahami kondisi yang saat ini sedang melanda Jakarta bahwa telah terjadi peningkatan kasus Covid-19," tuturnya.
Kent juga meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuat terobosan dengan membuka pelayanan gerai vaksin Covid-19 di sekitaran Sudirman dan Dukuh Atas, tepatnya di lokasi kumpul bocah SCBD. Hal itu dilakukan untuk menjamin kesehatan para remaja-remaja tersebut dan agar tidak terjadinya klaster SCBD.
"Kita anggap saja kondisi terburuk bahwa mereka semuanya belum divaksin, bukan mau suudzon yah. Buat saja aturan jika ingin nongkrong di kawasan Sudirman harus sudah vaksin 1, 2 dan Booster," tandasnya.
"Kalau mereka enggak mau divaksin ya jangan nongkrong di wilayah itu. Selain itu harus lakukan swab massal rutin di lokasi tersebut. Semua ini harus dilakukan demi mencegah terjadinya klaster baru," lanjutnya.
Ia juga mempertanyakan apakah di kawasan Dukuh Atas sudah terpasang pelayanan Peduli Lindungi. "Kalau belum segera dipasang. Saya berharap saran saya ini didengar, jangan sampai nanti sudah kejadian yang enggak enak baru ujung ujungnya main salah-salahan," pungkasnya.
"Saya tidak anti kreativitas, silakan adik- adik bermain di wilayah Sudirman, tapi saya mohon tolong dijaga prokesnya. Apalagi sekarang masih pandemi dan terjadi kerumunan seperti ini. Saya berharap adik-adik SCBD dapat memahami kondisi yang saat ini sedang melanda Jakarta bahwa telah terjadi peningkatan kasus Covid-19," tuturnya.
Kent juga meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuat terobosan dengan membuka pelayanan gerai vaksin Covid-19 di sekitaran Sudirman dan Dukuh Atas, tepatnya di lokasi kumpul bocah SCBD. Hal itu dilakukan untuk menjamin kesehatan para remaja-remaja tersebut dan agar tidak terjadinya klaster SCBD.
"Kita anggap saja kondisi terburuk bahwa mereka semuanya belum divaksin, bukan mau suudzon yah. Buat saja aturan jika ingin nongkrong di kawasan Sudirman harus sudah vaksin 1, 2 dan Booster," tandasnya.
"Kalau mereka enggak mau divaksin ya jangan nongkrong di wilayah itu. Selain itu harus lakukan swab massal rutin di lokasi tersebut. Semua ini harus dilakukan demi mencegah terjadinya klaster baru," lanjutnya.
Ia juga mempertanyakan apakah di kawasan Dukuh Atas sudah terpasang pelayanan Peduli Lindungi. "Kalau belum segera dipasang. Saya berharap saran saya ini didengar, jangan sampai nanti sudah kejadian yang enggak enak baru ujung ujungnya main salah-salahan," pungkasnya.
(thm)
Lihat Juga :