Pisang Ambon asal Banten Go Internasional, Akan Diekspor ke Arab Saudi

Sabtu, 27 Juni 2020 - 04:39 WIB
loading...
Pisang Ambon asal Banten...
Eka Suryana menunjukkan tanaman pisang ambon miliknya. Foto/SINDOnews/Teguh Mahardika
A A A
BANTEN - Setelah hampir empat Tahun menggeluti usaha budi daya pisang, Eka Suryana akhirnya mendapatkan angin segar buah dari kerja kerasnya.

Kini pisang yang selama ini dia tanam mendapat penawaran untuk ekspor ke Arab Saudi melalui sebuah perusahaan eksportir di Bandung, Jawa Barat.

Pisang yang rencananya akan diekspor ke Arab Saudi itu, sebelumnya telah dilakukan survei dan uji sampel oleh pihak Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia. Hasilnya pisang ambon asli Banten ternyata mengalahkan pisang ambon dari daerah lain karena rasa dan ukuran pisang berbeda.

"Alhamdulillah. Saya mendapat kabar baik dari seorang sahabat di Bandung. Katanya pisang Ambon asli Banten ini akan dikirim ke Kedutaan Arab Saudi di Kota Jeddah," kata Eka Surya, Jumat (26/6/2020).

Eka mengemukakan, permintaan untuk memasok Pisang Ambon Banten, awalnya berdasarkan permintaan dari kedutaan Arab Saudi, yang berada di Jeddah. Hal itu dikarenakan, kata dia, Pisang Ambon Banten Selatan secara kualitas maupun kuantitas sangat bagus.

"Arab Saudi meminta Pisang Ambon Banten, karena kualitas bagus. Beda wilayah, beda rasa. Wilayah lain tidak sebagus di Banten selatan, manis dan kenyal. Dimasak pun mengeras," ujar dia.

Dalam sehari dia bisa mengirim sebanyak 1 ton sampai 2 ton pisang Ambon melalui perusahaan eksportir di Bandung, Jawa Barat.

"Dengan di-back up perkebunan Eka Karya Farm, kami bisa mempersiapkan kemasan menarik. Pisang dimasukan ke dalam peti dan dibungkus daun pisang. Kemudian dikirim ke kantor cabang perekonomian Arab Saudi di Bandung," tutur Eka.

Selama budidaya pisang, Eka menyayangkan, Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemprov Banten, sangat minim perhatian terhadap petani pisang. Padahal dia meyakini pisang merupakan salah satu buah-buahan yang memiliki potensi pasar luar biasa.

"Saya membuka kesempatan bagi siapapun yang mau riset ke tempat perkebunan pisang ambon untuk sampel kualitas. Sehingga pisang dari Banten Selatan bisa benar-benar bersaing dengan pisang dari daerah luar Banten,” ungkap dia.

Eka mengatakan, kendala untuk budi daya pisang Ambon seringkali kesulitan dalam mendapatkan bibit unggul. Sehingga ia mengajak agar petani-petani untuk budi daya bibit dan pemerintah setempat dapat melalukan pembinaan terhadap para petani pisang.

Pisang Ambon ini dapat dipanen setelah satu tahun masa tanam. Kalau sudah panen satu kali, biasanya pada 3 hingga 6 bulan ke depan sudah bisa dipanen lagi. Begitu seterusnya.

“Dibandingkan dijual di lokal, harga jual untuk ekspor tentu lebih tinggi. Karena memang pisangnya disortir dan memakai kemasan yang harus benar-benar bagus. Jadi saya mengajak pada para petani pisang agar menanam pisang Ambon asli Banten, dan saya siap menampung,” tandas Eka.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Surabaya Gagalkan...
Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan 18 Calon Haji Ilegal, Korban Rugi hingga Rp290 Juta
Gudang Motor Ilegal...
Gudang Motor Ilegal di Jaksel Sudah Ekspor 99 Ribu Unit, Potensi Kerugian Negara Rp177 Miliar
Lebaran Kedua, 30 Ribu...
Lebaran Kedua, 30 Ribu Kendaraan Serbu Kawasan Wisata Pandeglang
Data BPS Ungkap Angka...
Data BPS Ungkap Angka Kesejahteraan Warga Tangsel Meningkat
Jembatan Ruas Pari-Karoya...
Jembatan Ruas Pari-Karoya Pandeglang Ambruk, Aktivitas Warga Lumpuh
Yayasan Banten Selatan...
Yayasan Banten Selatan dan Jababeka Bantu Korban Banjir Pandeglang
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Rekomendasi
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved