Swab Hunter Kembali Dilakukan Acak, Termasuk di Perkantoran

Selasa, 19 Juli 2022 - 06:25 WIB
loading...
Swab Hunter Kembali...
Swab Hunter kembali dilakukan secara acak untuk mencegah penularan COVID-19. SINDOnews/Dok
A A A
SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat vaksinas i booster demi mencegah dan menanggulangi COVID-19. Bahkan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 443.2/12263/436.8.5/2022 tentang Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19. SE tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 440/3917/SJ tentang Percepatan Vaksinasi Dosis Lanjutan atau Booster bagi masyarakat.



Selain mempercepat vaksinasi booster, Eri juga meminta menggencarkan kembali swab hunter di berbagai titik di Kota Surabaya. Bahkan, ia juga meminta seluruh staf di lingkungan Pemkot Surabaya untuk melakukan swab tes antigen atau PCR dengan digilir. Baca juga: Pemerintah Dorong Vaksinasi Booster untuk Aktivitas Masyarakat hingga Jamaah Haji

Permintaan atau arahan dari wali kota itu juga sudah ditindaklanjuti dengan surat Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan yang ditandatangi pada 15 Juli 2022. Surat imbauan itu sudah disebar ke Kepala Perangkat Daerah, Camat dan juga Lurah se-Kota Surabaya.

Dalam surat tersebut, disampaikan bahwa demi menindaklanjuti arahan dari Bapak Wali Kota Surabaya untuk menggalakkan pengetesan (testing) dalam upaya menekan rasio kasus positif (positive rate) di Kota Surabaya, maka diminta kepada seluruh karyawan atau karyawati untuk mengikuti swab antigen/PCR.

Sedangkan pelaksanaannya diminta untuk berkoordinasi dengan puskesmas setempat di wilayah kerjanya masing-masing.
“Melaporkan hasil kegiatan di masing-masing perangkat daerah kepada Wali Kota Surabaya melalui Sekretaris Daerah Kota Surabaya,” demikian bunyi surat tersebut.

Sementara itu, Eri mengakui bahwa memang memerintah seluruh dinas untuk menggalakkan testing kembali. Khusus staf di lingkungan Pemkot Surabaya, maka dia meminta untuk melakukan tes swab 10 persen setiap dinas yang dilakukan setiap harinya. Tentu dengan orang yang berbeda-beda.

“Misalnya hari ini 10 persen dari dinas A, lalu besok 10 persen lagi dari dinas A itu, tentunya dengan orang yang berbeda-beda, sehingga diharapkan nanti semuanya bisa dilakukan tes swab,” katanya. Baca juga: Satgas PMK Jabar Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak Antardaerah

Menurut Eri, testing secara acak ini untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 . Di samping itu, untuk mengetahui positive rate di Surabaya. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi beberapa waktu lalu, jumlah kasus naik di Surabaya, tapi setelah dicek ulang, ternyata banyak diantara mereka itu yang sudah tidak tinggal di Surabaya, meskipun KTP-nya masih Surabaya.

“Akhirnya, yang sudah tidak tinggal di Surabaya itu kita keluarkan dari data kasus aktif di Surabaya. Makanya kita juga melakukan tes swab di perkantoran-perkantoran kita dan juga di luar perkantoran,” ujarnya.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa Pemkot Surabaya juga terus melakukan swab hunter di berbagai titik di Kota Surabaya. Swab tersebut dilakukan secara acak, karena memang lebih banyak yang tidak tinggal di Kota Surabaya. “Jadi, sekarang teman-teman juga gerak swab hunter yang dilakukan secara acak,” tegasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemkot Surabaya Dukung...
Pemkot Surabaya Dukung Pordi Jatim Bikin Turnamen Domino Lebih Besar
Bertemu Komisi B DPRD...
Bertemu Komisi B DPRD Surabaya, Unicomindo Curhat Tagih Utang Pemkot Rp104 Miliar
DPRD Surabaya Akan Gelar...
DPRD Surabaya Akan Gelar Rapat Sengketa Sampah Pemkot dengan Swasta
Kalah Gugatan Kontrak...
Kalah Gugatan Kontrak Sampah, Pemkot Surabaya Dihukum Bayar Utang Rp104 Miliar
Jakarta Masih Nihil...
Jakarta Masih Nihil Kasus Super Flu, Pramono Imbau Warga Vaksinasi demi Pencegahan
Cegah Kanker Serviks,...
Cegah Kanker Serviks, POGI Gelar Vaksinasi HPV Massal 500 Perempuan
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Izin Vaksin Campak untuk...
Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Nakes
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved