Sejarah Kampung Arab di Condet, Perjuangan Entong Gendut Melawan Pungutan Pajak Kompeni di Batavia
Sabtu, 16 Juli 2022 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, budaya Arab juga kian menyebar dan bersatu bersama budaya asli Betawi di sana. Warga Timur Tengah itu pada mulanya datang untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam di Indonesia, kemudian mereka menikah dengan orang pribumi dan memiliki banyak keturunan.
Sejak saat itu, banyak masyarakat keturunan Timur Tengah bermukim di berbagai wilayah di Jakarta, salah satunya Condet. Walaupun dikenal dengan sebutan Kampung Arab, masyarakat Condet enggan mengakui hal tersebut. Baca juga: Sejarah Makam Keramat Habib Luar Batang, Dimakamkan di Tanah Abang Selalu Hilang dari Keranda
Karena menurut mereka, tidak hanya masyarakat keturunan Arab yang tinggal di sini. Tetapi juga ada orang China, orang Betawi asli, dan lain sebagainya. Untuk itu, mereka lebih senang menjunjung tinggi nama Kampung Betawi untuk daerah Condet.
Condet pernah ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya Betawi oleh Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1974. Namun dalam pelaksanaan mengalami banyak hambatan, hingga status cagar budaya Condet dicabut dan dipindahkan ke Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada tahun 2004.
Sejak saat itu, banyak masyarakat keturunan Timur Tengah bermukim di berbagai wilayah di Jakarta, salah satunya Condet. Walaupun dikenal dengan sebutan Kampung Arab, masyarakat Condet enggan mengakui hal tersebut. Baca juga: Sejarah Makam Keramat Habib Luar Batang, Dimakamkan di Tanah Abang Selalu Hilang dari Keranda
Karena menurut mereka, tidak hanya masyarakat keturunan Arab yang tinggal di sini. Tetapi juga ada orang China, orang Betawi asli, dan lain sebagainya. Untuk itu, mereka lebih senang menjunjung tinggi nama Kampung Betawi untuk daerah Condet.
Condet pernah ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya Betawi oleh Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1974. Namun dalam pelaksanaan mengalami banyak hambatan, hingga status cagar budaya Condet dicabut dan dipindahkan ke Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada tahun 2004.
(ams)
Lihat Juga :