Khofifah Sebut Kinerja Bank Jatim Tahun 2019 Menggembirakan
Minggu, 26 April 2020 - 19:22 WIB
loading...
Ilustrasi Bank Jatim. Foto/SINDOnews/Dok
A
A
A
SURABAYA - Kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim tahun buku 2019 cukup menggembirakan jika dibandingkan sebelumnya.
Dimana total aset meningkat sebesar 22,37%. Sehingga total aset bank yang mayoritas sahamnya dikuasai Pemprov Jatim itu menjadi Rp76,715 triliun.
Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DKP) naik 18,91% menjadi Rp60,5 triliun. Untuk kredit, sepanjang 2019 naik 13,16% menjadi Rp38,53 triliun. Sedangkan laba bersih tercatat meningkat 9,20% dari Rp1,26 triliun menjadi Rp1,37 triliun.
“Berdasarkan indikator kesehatan perbankan, Bank Jatim di tahun buku 2019 juga memiliki catatan yang menggembirakan,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Minggu (26/4/2020).
Emiten berkode saham BJTM itu memiliki kredit sehat antara lain Non Performing Loan (NPL) 2,77%, Return on Asset (ROA) 2,73%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,11% dan Loan Deposit Ratio (LDR) sebesar 6,34%n. “Saya mewanti-wanti Bank Jatim untuk tetap waspada dan melakukan langkah-langkah antisipatif agar dampak COVID-19 di sektor perbankan bisa tetap bisa diatasi," kata Khofifah.
Dimana total aset meningkat sebesar 22,37%. Sehingga total aset bank yang mayoritas sahamnya dikuasai Pemprov Jatim itu menjadi Rp76,715 triliun.
Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DKP) naik 18,91% menjadi Rp60,5 triliun. Untuk kredit, sepanjang 2019 naik 13,16% menjadi Rp38,53 triliun. Sedangkan laba bersih tercatat meningkat 9,20% dari Rp1,26 triliun menjadi Rp1,37 triliun.
“Berdasarkan indikator kesehatan perbankan, Bank Jatim di tahun buku 2019 juga memiliki catatan yang menggembirakan,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Minggu (26/4/2020).
Emiten berkode saham BJTM itu memiliki kredit sehat antara lain Non Performing Loan (NPL) 2,77%, Return on Asset (ROA) 2,73%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,11% dan Loan Deposit Ratio (LDR) sebesar 6,34%n. “Saya mewanti-wanti Bank Jatim untuk tetap waspada dan melakukan langkah-langkah antisipatif agar dampak COVID-19 di sektor perbankan bisa tetap bisa diatasi," kata Khofifah.
Lihat Juga :