Demi Predikat WTP, Bupati Bogor Non-Aktif Ade Yasin Nekat Suap Pegawai BPK Jabar Rp1,9 Miliar
Rabu, 13 Juli 2022 - 13:39 WIB
loading...
Bupati Bogor non-aktif Ade Yasin menyuap pegawai BPK Jabar hingga Rp1,9 miliar demi mendapatkan predikat WTP dalam LKPD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2021. Foto/Dok
A
A
A
BANDUNG - Bupati Bogor non-aktif, Ade Yasin nekat menyuap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Jawa Barat hingga Rp1,9 miliar demi mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Hal itu mengemuka dalam sidang perdana beragendakan pembacaan dakwaan kasus suap yang menjerat Ade Yasin di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (13/7/2022).
Dalam dakwaannya, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, total uang suap yang diberikan Ade Yasin kepada pegawai BPK Jabar mencapai Rp1,935 miliar. Uang suap diberikan secara bertahap dalam kurun waktu Oktober 2021 hingga April 2022. Baca juga: Niat Baik Berbuah Petaka, Kakek 82 Tahun di Bandung Malah Diseret ke Pengadilan
"Terdakwa melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa, sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut memberi atau memberikan sesuatu yaitu memberikan uang yang keseluruhannya berjumlah Rp1.935.000.000," ujar Jaksa KPK.
Hal itu mengemuka dalam sidang perdana beragendakan pembacaan dakwaan kasus suap yang menjerat Ade Yasin di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (13/7/2022).
Dalam dakwaannya, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, total uang suap yang diberikan Ade Yasin kepada pegawai BPK Jabar mencapai Rp1,935 miliar. Uang suap diberikan secara bertahap dalam kurun waktu Oktober 2021 hingga April 2022. Baca juga: Niat Baik Berbuah Petaka, Kakek 82 Tahun di Bandung Malah Diseret ke Pengadilan
"Terdakwa melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa, sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut memberi atau memberikan sesuatu yaitu memberikan uang yang keseluruhannya berjumlah Rp1.935.000.000," ujar Jaksa KPK.
Lihat Juga :