Sudinkes Jakarta Timur Sebut Omicron Varian BA.5 Lebih Berbahaya
Selasa, 12 Juli 2022 - 01:58 WIB
loading...
A
A
A
"Pengecekan perlu terus ditingkatkan utamanya pada kasus sedang, berat, dan kritis di rumah sakit untuk benar-benar mengetahui gambaran dominansi varian dan outcome gejalanya. Sekaligus prediksi kapan puncak kasus ini akan segera menurun," tutur Niken.
Baca juga: Mutasi Baru Omicron Super Covid-19 Menyebar di India, Dunia Waspada
Niken mengimbau masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan serta tetap menerima vaksinasi ketiga atau booster guna melakukan pencegahan. Niken menilai tren peningkatan masih terus naik selama seminggu terakhir, khususnya khawatir setelah masyarakat melaksanakan lebaran kurban.
"Kasus masih menunjukkan trend peningkatan dalam 1 minggu terakhir seiring dgn testing PCR dan antigen yang meningkat (sebagai syarat perjalanan dan kegiatan berskala besar)," lanjut Niken.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan peningkatan kasus baru Covid-19 dalam beberapa hari mendatang diprediksi masih akan terjadi. Puncak kasus harian Covid-19 sebagai akibat penularan subvarian BA.4 dan BA.5 diperkirakan mencapai 20.000 per hari.
Baca juga: Mutasi Baru Omicron Super Covid-19 Menyebar di India, Dunia Waspada
Niken mengimbau masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan serta tetap menerima vaksinasi ketiga atau booster guna melakukan pencegahan. Niken menilai tren peningkatan masih terus naik selama seminggu terakhir, khususnya khawatir setelah masyarakat melaksanakan lebaran kurban.
"Kasus masih menunjukkan trend peningkatan dalam 1 minggu terakhir seiring dgn testing PCR dan antigen yang meningkat (sebagai syarat perjalanan dan kegiatan berskala besar)," lanjut Niken.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan peningkatan kasus baru Covid-19 dalam beberapa hari mendatang diprediksi masih akan terjadi. Puncak kasus harian Covid-19 sebagai akibat penularan subvarian BA.4 dan BA.5 diperkirakan mencapai 20.000 per hari.
Lihat Juga :