Sudinkes Jakarta Timur Sebut Omicron Varian BA.5 Lebih Berbahaya
Selasa, 12 Juli 2022 - 01:58 WIB
loading...
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Nikensari Koesrindartia menjelaskan virus Covid-19 varian Omicron jenis baru lebih memberikan ancaman. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Nikensari Koesrindartia menjelaskan virus Covid-19 varian Omicron jenis baru lebih memberikan ancaman dari subvarian sebelumnya. Hal ini berdasarkan data pantauan seminggu terakhir yang menggambarkan tingkat penularan terparah dari sebelumnya.
Niken mengungkapkan tingkat penularan Omicron subvarian BA.5 tersebut berdasarkan data yang dihimpun terkait kasus positif Covid-19 di Ibu Kota. Niken menjelaskan proporsi penularan telah lebih dari 90%.
"Berdasarkan data Covid 19 DKI Jakarta dan di Jakarta Timur per 10 Juli 2022, untuk subvarian BA.5 proporsi sudah lebih dari 90%. Untuk saat ini, BA.5 punya tingkat keparahan tertinggi dibandingkan subvarian Omicron lainnya," ujar Niken kepada MNC Portal melalui pesan singkat, Senin (11/7/2022).
Baca juga: Update: 52.014.240 Warga Indonesia Sudah Vaksin Booster
Berdasarkan data tersebut, prediksi puncak kasus positif Covid-19 dapat terjadi pada minggu pertama dan kedua pada Juli kali ini. Kendati demikian, Niken menekankan tes Covid-19 perlu dilakukan guna mengetahui kapan landainya puncak kasus tersebut.
Niken mengungkapkan tingkat penularan Omicron subvarian BA.5 tersebut berdasarkan data yang dihimpun terkait kasus positif Covid-19 di Ibu Kota. Niken menjelaskan proporsi penularan telah lebih dari 90%.
"Berdasarkan data Covid 19 DKI Jakarta dan di Jakarta Timur per 10 Juli 2022, untuk subvarian BA.5 proporsi sudah lebih dari 90%. Untuk saat ini, BA.5 punya tingkat keparahan tertinggi dibandingkan subvarian Omicron lainnya," ujar Niken kepada MNC Portal melalui pesan singkat, Senin (11/7/2022).
Baca juga: Update: 52.014.240 Warga Indonesia Sudah Vaksin Booster
Berdasarkan data tersebut, prediksi puncak kasus positif Covid-19 dapat terjadi pada minggu pertama dan kedua pada Juli kali ini. Kendati demikian, Niken menekankan tes Covid-19 perlu dilakukan guna mengetahui kapan landainya puncak kasus tersebut.
Lihat Juga :