Hinaan Bidan D ke Pasien BPJS Kesehatan Buat Warga hingga Camat Tersinggung
Jum'at, 26 Juni 2020 - 14:40 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
TANGERANG - Postingan bidan D yang menyebut pasien BPJS Kesehatan sebagai pasien miskin, ternyata turut menyinggung perasaan warga hingga Camat Kemiri, Kabupaten Tangerang. Sebab, bidan D menyebut banyak warga Kemiri tidak mampu berobat ke rumah sakit.
Dalam postingannya di status WhatsApp (WA), bidan D menyebut jika kebanyakan warga Kemiri yang berobat ke puskesmas merupakan pasien dengan ekonomi bawah alias miskin. Warga Kemiri datang berobat dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Kontan, tudingan bidan D itu membuat warga marah dan meminta sang bidan segera dipindah dari Puskesmas Kemiri.
Camat Kemiri Yati Nurul Hayat mengatakan, jangankan warga biasa, dirinya pun dibuat kesal dengan status bidan D yang tega menghina harga diri warga desanya sendiri.
"Saya juga tersinggung sebagai orang tua di sini, orang tua warga Kemiri. Apalagi, kalau pun ada yang lahiran, kan dibayar oleh pemerintah. Dia juga digaji oleh pemerintah," ujar Yati kepada SINDOnews, Jumat (26/6/2020). (Baca juga: Heboh! Bidan Puskesmas Rendahkan Pasien BPJS Kesehatan Sebut Pasien Miskin)
Yati mengakui di Kecamatan Kemiri memang masih banyak warga yang kurang mampu. Tetapi sebagai abdi negara dan pelayanan masyarakat, bidan D tidak sepantasnya berbuat seperti itu.
Apalagi bidan D tergolong orang yang berpendidikan. Bidan diajarkan di perguruan tinggi tentang tata krama menghadapi pasien yang sangat beragam wataknya. Jadi, bidan D seharusnya sebisa mungkin meyalani masyarakat dengan baik dan ikhlas.
"Makanya saya juga tersinggung. Di wilayah Pantura ini tidak semua mampu, memang banyak yang tidak mampu. Tetapi jangan begitulah. Salah sendiri jadi bidan. Kalau saya pimpinannya, saya cecer habis tuh," tugasnya.
Dalam postingannya di status WhatsApp (WA), bidan D menyebut jika kebanyakan warga Kemiri yang berobat ke puskesmas merupakan pasien dengan ekonomi bawah alias miskin. Warga Kemiri datang berobat dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Kontan, tudingan bidan D itu membuat warga marah dan meminta sang bidan segera dipindah dari Puskesmas Kemiri.
Camat Kemiri Yati Nurul Hayat mengatakan, jangankan warga biasa, dirinya pun dibuat kesal dengan status bidan D yang tega menghina harga diri warga desanya sendiri.
"Saya juga tersinggung sebagai orang tua di sini, orang tua warga Kemiri. Apalagi, kalau pun ada yang lahiran, kan dibayar oleh pemerintah. Dia juga digaji oleh pemerintah," ujar Yati kepada SINDOnews, Jumat (26/6/2020). (Baca juga: Heboh! Bidan Puskesmas Rendahkan Pasien BPJS Kesehatan Sebut Pasien Miskin)
Yati mengakui di Kecamatan Kemiri memang masih banyak warga yang kurang mampu. Tetapi sebagai abdi negara dan pelayanan masyarakat, bidan D tidak sepantasnya berbuat seperti itu.
Apalagi bidan D tergolong orang yang berpendidikan. Bidan diajarkan di perguruan tinggi tentang tata krama menghadapi pasien yang sangat beragam wataknya. Jadi, bidan D seharusnya sebisa mungkin meyalani masyarakat dengan baik dan ikhlas.
"Makanya saya juga tersinggung. Di wilayah Pantura ini tidak semua mampu, memang banyak yang tidak mampu. Tetapi jangan begitulah. Salah sendiri jadi bidan. Kalau saya pimpinannya, saya cecer habis tuh," tugasnya.
Lihat Juga :