Ketua PWNU Jatim Tegaskan Negara dan Agama Wajib Dijaga
Sabtu, 09 Juli 2022 - 22:51 WIB
loading...
A
A
A
“Kenapa hancur? Karena gak punya negara yang melindungi mereka. Apalagi Suriah, Irak, Palestina. Jangan main-main dengan dalil. Jangan bikin narasi dan opini atas nama agama, apalagi mendoktrin sampai melakukan gerakan yang ujungnya menggerogoti kekuatan negara, melemahkan negara. Itu haramnya sama dengan menggerogoti agama sendiri,” paparnya.
Dengan negara kokoh, lanjut Kiai Marzuki, non-muslim di Jawa yang minoritas, bisa kebaktian dengan aman, bisa upacara di Pura bisa aman, bisa sembahyang di Kelenteng dengan aman. Sebaliknya, berkahnya ada NKRI, meski muslim di Bali minoritas, tapi Jumatan lancar, makam wali aman dan tidak diganggu bahkan dijaga oleh pecalang-pecalang Hindu.
Baca juga: Crazy Rich Kendal Rutin Kurban Sapi Jumbo, Tahun Ini Pilih Bejo Berbobot 1,05 Ton
“Ketika orang Jawa menjaga keamanan harta non-muslim, maka muslim di luar Jawa pun mendapat jaminan keamanan. Gereja, Borobudur aman, di Papua, Bali, NTT, masjid aman. Jaga negaramu seperti anda menjaga agamamu jangan beda-bedakan,” papar.
Pimpinan Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Gasek, Malang, Jawa Timur ini menyatakan, bila tidak ada tindakan tegas terhadap penyebar doktrin anti-Pancasila, anti-Merah Putih, anti-NKRI maka kekuatan itu akan makin kuat.
Dengan negara kokoh, lanjut Kiai Marzuki, non-muslim di Jawa yang minoritas, bisa kebaktian dengan aman, bisa upacara di Pura bisa aman, bisa sembahyang di Kelenteng dengan aman. Sebaliknya, berkahnya ada NKRI, meski muslim di Bali minoritas, tapi Jumatan lancar, makam wali aman dan tidak diganggu bahkan dijaga oleh pecalang-pecalang Hindu.
Baca juga: Crazy Rich Kendal Rutin Kurban Sapi Jumbo, Tahun Ini Pilih Bejo Berbobot 1,05 Ton
“Ketika orang Jawa menjaga keamanan harta non-muslim, maka muslim di luar Jawa pun mendapat jaminan keamanan. Gereja, Borobudur aman, di Papua, Bali, NTT, masjid aman. Jaga negaramu seperti anda menjaga agamamu jangan beda-bedakan,” papar.
Pimpinan Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Gasek, Malang, Jawa Timur ini menyatakan, bila tidak ada tindakan tegas terhadap penyebar doktrin anti-Pancasila, anti-Merah Putih, anti-NKRI maka kekuatan itu akan makin kuat.
Lihat Juga :