Misteri Lokasi Perang Bubat antara Pasukan Majapahit dan Sunda
Sabtu, 09 Juli 2022 - 11:19 WIB
loading...
Kerajaan Majapahit dikisahkan mengalami penurunan yang salah satunya karena Perang Bubat. Hal ini ditambah dinamika politik yang membuat Mahapatih Gajah Mada keluar istana. Foto ilustrasi SINDOnews
A
A
A
KERAJAAN Majapahit dikisahkan mengalami penurunan yang salah satunya karena Perang Bubat . Hal ini ditambah dinamika politik yang membuat Mahapatih Gajah Mada keluar istana. Ia diusir dari istana dan dikejar oleh pejabat-pejabat Majapahit, karena dianggap menjadi biang keladi kegagalan pernikahan Dyah Pitaloka dengan raja Hayam Wuruk.
Perang Bubat dikisahkan di Kakawin Negarakertagama gubahan Mpu Prapanca bahwa lapangan Bubat yang menjadi tempat perang. Dikutip dari buku "Perang Bubat 1279 Saka: Membongkar Fakta Kerajaan Sunda vs Kerajaan Majapahit" tulisan Sri Wintala Achmad, perang antara pengantin Sunda dengan pasukan Bhayangkara berada di sebuah padang rumput di sebelah utara kediaman kerajaan yang digunakan untuk acara olahraga tahunan.
Namun dalam Kidung Sunda, informasi dari Kakawin Negarakertagama ditentang. Sebab menurut naskah tersebut, Bubat merupakan pelabuhan sungai dari ibu kota Majapahit. Sehingga Bubat merupakan tempat bertemunya para pedagang, yang tengah berniaga di Majapahit. Baca juga: Kisah Hari Bhayangkara dan Keberhasilan Gajah Mada Selamatkan Raja Majapahit
Nigel Bullough, seorang naturalis asal Inggris yang berganti nama menjadi Hadi Sidomulya, dalam Napak Tilas Perjalanan Mpu Prapanca menyebut, Bubat berada di selatan Kali Brantas. Dimana kemungkinan besar berada di Desa Tempuran, dahulu terletak 10 kilometer di sebelah utara Majapahit dan sekitar 8 kilometer barat daya pelabuhan di Canggu.
Sumber lain menyebut, Buat terletak di Desa Trowulan, Mojokerto. Tempat tersebut difungsikan oleh Gajah Mada untuk mengatur pasukan Majapahit. Selain itu, tempat tersebut semula digunakan untuk pelaksanaan upacara Sradah, tempat raja Majapahit dan raja bawahan berkumpul.
Bubat dijadikan tempat diselenggarakannya hiburan rakyat selama sebulan. Kebenaran pendapat ini didukung oleh J. Noorduyn yang mengacu pada Kakawin Negarakertagama.
Perang Bubat dikisahkan di Kakawin Negarakertagama gubahan Mpu Prapanca bahwa lapangan Bubat yang menjadi tempat perang. Dikutip dari buku "Perang Bubat 1279 Saka: Membongkar Fakta Kerajaan Sunda vs Kerajaan Majapahit" tulisan Sri Wintala Achmad, perang antara pengantin Sunda dengan pasukan Bhayangkara berada di sebuah padang rumput di sebelah utara kediaman kerajaan yang digunakan untuk acara olahraga tahunan.
Namun dalam Kidung Sunda, informasi dari Kakawin Negarakertagama ditentang. Sebab menurut naskah tersebut, Bubat merupakan pelabuhan sungai dari ibu kota Majapahit. Sehingga Bubat merupakan tempat bertemunya para pedagang, yang tengah berniaga di Majapahit. Baca juga: Kisah Hari Bhayangkara dan Keberhasilan Gajah Mada Selamatkan Raja Majapahit
Nigel Bullough, seorang naturalis asal Inggris yang berganti nama menjadi Hadi Sidomulya, dalam Napak Tilas Perjalanan Mpu Prapanca menyebut, Bubat berada di selatan Kali Brantas. Dimana kemungkinan besar berada di Desa Tempuran, dahulu terletak 10 kilometer di sebelah utara Majapahit dan sekitar 8 kilometer barat daya pelabuhan di Canggu.
Sumber lain menyebut, Buat terletak di Desa Trowulan, Mojokerto. Tempat tersebut difungsikan oleh Gajah Mada untuk mengatur pasukan Majapahit. Selain itu, tempat tersebut semula digunakan untuk pelaksanaan upacara Sradah, tempat raja Majapahit dan raja bawahan berkumpul.
Bubat dijadikan tempat diselenggarakannya hiburan rakyat selama sebulan. Kebenaran pendapat ini didukung oleh J. Noorduyn yang mengacu pada Kakawin Negarakertagama.
Lihat Juga :