Mas Bechi Diduga Cabuli Santri, Kemenag Imbau Orang Tua Pindahkan Anaknya dari Ponpes Shiddiqiyyah

Jum'at, 08 Juli 2022 - 16:11 WIB
loading...
Mas Bechi Diduga Cabuli...
Kemenag Jombang meminta seluruh wali santri di Ponpes Shiddiqiyyah agar segera memindahkan putra-putrinya dari Ponpes Shiddiqiyyah di Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur. Foto/iNews TV/Mukhtar Bagus
A A A
JOMBANG - Setelah Kementerian Agama (Kemenag) membekukan izin pondok pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah di Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur, para orang tua atau wali diimbau segera mengeluarkan anaknya.

Kemenag Jombang meminta seluruh wali santri di Ponpes Shiddiqiyyah agar segera menarik putra-putrinya keluar dan dipindahkan ke pesantren atau sekolah lain yang lebih baik.

Baca juga: Sosok Mas Bechi, Anak Kiai Jombang yang Terjerat Kasus Pencabulan Santriwati

Kepala Kemenag Jombang, Taufiqurrohman menyatakan, Kemenag akan langsung melakukan pemantauan agar Ponpes Shiddiqiyyah yang diasuh KH Muhammad Mukhtar Mukthi itu mematuhi keputusan pemerintah dengan tidak menggelar kegiatan kepesantrenan lagi.

"Ini berkaitan dengan kasus yang tidak sesuai dengan ruh pondok pesantren. Ada kekhawatiran karena ada kejadian demikian maka Kemenag mengimbau agar peserta didik ditarik ke pondok pesantren yang aman," katanya, Jumat (8/7/2022).



Hal itu terkait kasus putra KH Muhammad Mukhtar Mukthi, yakni Moch Subchi Azal Tzani (MSAT) atau Mas Bechi yang menjadi tersangka pencabulan santriwati.

Baca juga: Penampakan Terkini Pesantren Shiddiqiyyah Jombang Usai Mas Bechi Menyerahkan Diri

Taufiqurrohman menambahkan, jika dibutuhkan maka Kemenag Jombang akan membantu wali santri untuk memindahkan putra-putrinya masuk ke lembaga pendidikan lain yang lebih baik.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Workshop Pengasuh Bahas...
Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
Pimpinan Padepokan Padang...
Pimpinan Padepokan Padang Ati Diciduk Polisi terkait Kasus Pencabulan, 350 Santri Dipulangkan
Sesalkan Pembubaran...
Sesalkan Pembubaran Ibadah GMS Bantul, Kemenag Minta Polda DIY Tangkap Pelaku
Dampingi Korban Kekerasan...
Dampingi Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Pati, Eva Monalisa: Kami Kawal Sampai Tuntas!
Perempuan Bangsa Desak...
Perempuan Bangsa Desak Pendampingan Total Santri Korban Kekerasan Seksual Kiai di Pati
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Rekomendasi
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Lineker Semprot FIFA:...
Lineker Semprot FIFA: Hukuman Madibo Tak Masuk Akal
Berita Terkini
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved