Parah! Berdalih Tes Keperawanan, Pimpinan Ponpes di Banyuwangi Cabuli 6 Santriwati

Kamis, 07 Juli 2022 - 19:29 WIB
loading...
Parah! Berdalih Tes Keperawanan, Pimpinan Ponpes di Banyuwangi Cabuli 6 Santriwati
Tersangka FZ, pimpinan pesantren di Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi tertunduk lesu saat digelandang polisi karena mencabuli santri. Foto/MPI/Avirista Midaada
A A A
BANYUWANGI - Tersangka FZ pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur tertunduk lesu saat digelandang polisi. Ia diamankan dan ditetapkan tersangka dalam kasus pencabulan enam santrinya.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Deddy Foury Millewa mengatakan, sebagai pimpinan ponpes yang dihormati, FZ meminta satu persatu korban untuk datang menemui. FZ memanggil korban via chat WhatsApp atau telepon secara langsung. Dengan nada memaksa dan alasan urusan yang penting.

Baca juga: Gagal Tes Keperawanan Ungkap Kasus Pemerkosaan Anak Tiri di Medan

"Modusnya adalah tes keperawanan aksi itu dilakukan di rumahnya. Ada sebagian korban yang diberi iming-iming uang, meski korban menolak namun Fz tetap memaksa," ucap Deddy Foury Millewa, saat memimpin rilis di Mapolresta Banyuwangi, pada Kamis (7/7/2022).

Dari sanalah akhirnya FZ melakukan tindakan bejatnya. Ia mencabuli dan memperkosa para korbannya, dengan dalih tes keperawanan dengan diawali wawancara hal cukup sensitif.

Kepolisian saat ini masih mencoba mengembangkan kasus tersebut. Polisi berupaya mengungkap apakah ada korban tambahan dari tindak asusila yang dilakukan oleh Fz.

"Apakah ada tambahan korban, atau adanya ancaman, saat ini kami masih coba kembangkan," ucapnya kembali.

Baca juga: Demi Nilai Tambahan Bocah SD, Kehilangan Keperawanan Direnggut Guru Olahraga

Akibat ulahnya dijerat dengan perkara persetubuhan atau pencabulan anak di bawah umur. "Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," pungkasnya.

Sebelumnya dugaan pencabulan terbongkar di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Kepolisian melalui Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja membenarkan dugaan pemerkosaan dan pencabulan yang terjadi di Ponpes tersebut.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1553 seconds (10.55#12.26)