Datuk Badiuzzaman, Raja Sunggal yang Diasingkan Belanda ke Cianjur

Rabu, 06 Juli 2022 - 06:11 WIB
loading...
Datuk Badiuzzaman, Raja...
Datuk Badiuzzaman Surbakti lahir pada tahun 1845 di Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. (Ist)
A A A
Datuk Badiuzzaman Surbakti lahir pada tahun 1845 di Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Ia merupakan putera Raja Sunggal pada masa itu, yakni Datuk Abdullah Ahmad Sri Indera Pahlawan Surbakti, dengan seorang perempuan yang bernama Tengku Kemala Inasun Bahorok.

Datuk Badiuzzaman memperistri seorang perempuan bernama Ajang Olong Besar Hamparan Perak. Dari hasil perkawinan tersebut lahirlah lima putra dan dua putri.

Putra putri tersebut antara lain, Datuk Muhammad Mahir Surbakti, Datuk Muhammad Lazim Surbakti, Datuk Muhammad Darus Surbakti, Datuk Alang Muhammad Bahar Surbakti, Datuk Muhammad Alif, Amah/Olong Br. Surbakti, dan Aja Ngah Haji Surbakti.

Karena memiliki rasa keingintahuannya yang sangat besar, semasa hidupnya Datuk Badiuzzaman belajar kepada siapa saja dan ke mana saja demi menempuh ilmu yang dia ingin pelajari.

Saat menuntut ilmu, Datuk Badiuzzaman belajar Bahasa Melayu pada guru kerajaan di Sunggal. Kemudian mendalami ilmu agama Islam di berbagai tempat, seperti di daerah Sunggal, Aceh dan lainnya.

Datuk Badiuzzaman juga menguasai Bahasa Arab dan Ilmu Tauhid, serta hukum syariat Islam. Salah satu gurunya adalah Syekh Maulana Muchtar penasihat spiritual kerajaan Sunggal zaman Datuk Abdullah Ahmad Sri Indera Pahlawan Surbaki.

Selain itu, sebagai putra seorang penguasa tanah Sunggal sangat tekun mempelajari adat istiadat Karo/Melayu di daerah Sunggal, Jejabi, Kinangkung, dan Desa Gajah di bawah bimbingan tokoh-tokoh adat Melayu dan Karo yang sebagian merupakan keturunan dari Ator Surbakti dan Adir Surbakti.

Lebih dari 23 tahun lamanya, Datuk Badiuzzaman melakukan perjuangan melawan Belanda yang merebut tanah perkebunan rakyat Sunggal untuk dijadikan perkebunan tembakau.

Ketika berumur 26 tahun, Datuk Badiuzzaman bersama-sama dengan pejuang lainnya berhasil mempersatukan masyarakat Sunggal, masyarakat Gayo dan Aceh, untuk melawan Belanda.

Mirisnya, ia juga harus berhadapan dengan suku bangsa sendiri, yakni Deli dan Langkat yang memihak kepada Belanda. Baca: Kisah Pangeran Diponegoro Sebelum Ditangkap, Sempat Guyon Santai dengan Jenderal De Kock.

Merasa kewalahan, pada tahun 1895 Belanda menawarkan perdamaian pada Datuk Badiuzzaman dan mengundangnya ke Batavia. Tanpa rasa curiga, Datuk Badiuzzaman datang ke Batavia bersama adiknya Datul Along Muhammad Bahar serta ajudannya.

Baca Juga: Bela Rakyat yang Menderita Kerja Rodi, Pangeran Kornel Berani Tantang Daendls.

Namun sesampai di Batavia, Datuk Badiuzzaman dan adiknya malah dihina dan disuruh bersujud di kaki pemimpin Belanda. Tentu saja hal itu ditolak mentah-mentah.

Akibatnya, Datuk Badiuzzaman ditangkap dan dibuang oleh Belanda ke Cianjur. Sementara Datuk Along dibuang ke Banyumas.

Sumber:
wikipedia
diolah dari berbagai sumber
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Rekomendasi
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Berita Terkini
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved