Sambut Tahun Ajaran Baru, SD Islam Athirah 2 Raker Kurikulum Merdeka
Selasa, 05 Juli 2022 - 13:32 WIB
loading...
SD Islam Athirah 2 Makassar menggelar Rapat Kerja (Raker), menyambut tahun pelajaran baru 2022-2023. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - SD Islam Athirah 2 Makassar menggelar Rapat Kerja (Raker), menyambut tahun pelajaran baru 2022-2023. Sekaligus dirangkaikan dengan In House Training (IHT) penerapan Kurikulum Merdeka, di LEC Athirah Bukit Baruga, Senin (4/7/2022).
Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga, Patris Hasanuddin mengatakan, kegiatan raker ini sejalan dengan hikmah Idul Adha, terkait perlunya kolaborasi dan berlapang dada serta menghargai setiap pendapat. Sehingga, pelaksanaan proses belajar tatap muka di tahun pelajaran baru usai pandemi Covid-19 berjalan maksimal.
Baca Juga: Sekolah Islam Athirah Bakal Jadi Tuan Rumah Temu Pendidik Nusantara ke-9
“Nabi Ibrahim meminta pendapat anaknya ketika mendapat wahyu untuk menyembelih anaknya. Dan hasilnya baik, Nabi Ibrahim ikhlas menyembelih anaknya dan anaknya pun rela disembelih. Lalu, Allah mengganti buah hatinya dengan hewan sembelihan dari surga,” katanya.
Kegiatan raker yang turut dihadiri Kepala Departemen Kurikulum Sekolah Islam Athirah Saharuddin, yang juga sekaligus Instruktur Nasional Kurikulum Merdeka mensosialisasi In House Training (IHT) tentang Implementasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka.
Sir Didin, sapaan akrabnya menjelaskan, Kurikulum Merdeka memiliki beberapa keunggulan. Mulai dari kurikulum yang lebih fleksibel, jam pelajaran yang terkontrol hingga capaian fase pembelajaran yang diatur sehingga guru dapat lebih leluasa menggunakan berbagai perangkat pembelajaran.
“Keunggulan kurikulum ini pertama adalah struktur kurikulum lebih fleksibel dimana jam pelajaran ditargetkan untuk dipenuhi dalam satu tahun. Keunggulan kedua, fokus pada materi yang esensial. Capaian pembelajaran diatur per fase, bukan per tahun,” tandasnya.
Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga, Patris Hasanuddin mengatakan, kegiatan raker ini sejalan dengan hikmah Idul Adha, terkait perlunya kolaborasi dan berlapang dada serta menghargai setiap pendapat. Sehingga, pelaksanaan proses belajar tatap muka di tahun pelajaran baru usai pandemi Covid-19 berjalan maksimal.
Baca Juga: Sekolah Islam Athirah Bakal Jadi Tuan Rumah Temu Pendidik Nusantara ke-9
“Nabi Ibrahim meminta pendapat anaknya ketika mendapat wahyu untuk menyembelih anaknya. Dan hasilnya baik, Nabi Ibrahim ikhlas menyembelih anaknya dan anaknya pun rela disembelih. Lalu, Allah mengganti buah hatinya dengan hewan sembelihan dari surga,” katanya.
Kegiatan raker yang turut dihadiri Kepala Departemen Kurikulum Sekolah Islam Athirah Saharuddin, yang juga sekaligus Instruktur Nasional Kurikulum Merdeka mensosialisasi In House Training (IHT) tentang Implementasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka.
Sir Didin, sapaan akrabnya menjelaskan, Kurikulum Merdeka memiliki beberapa keunggulan. Mulai dari kurikulum yang lebih fleksibel, jam pelajaran yang terkontrol hingga capaian fase pembelajaran yang diatur sehingga guru dapat lebih leluasa menggunakan berbagai perangkat pembelajaran.
“Keunggulan kurikulum ini pertama adalah struktur kurikulum lebih fleksibel dimana jam pelajaran ditargetkan untuk dipenuhi dalam satu tahun. Keunggulan kedua, fokus pada materi yang esensial. Capaian pembelajaran diatur per fase, bukan per tahun,” tandasnya.
Lihat Juga :