Pembina Yayasan UMI Terpilih sebagai Ketua APPERTI
Senin, 04 Juli 2022 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
“Saya memberikan waktu kepada ketua umum dan tim formatur untuk menyusun kelengkapannya dalam waktu 2 bulan ke depan," ujarnya.
Prof Mansyur Ramly mengaku siap mengemban amanah sebagai Ketua Umum APPERTI. Ia pun mengajak para peserta Musyawarah Nasional bersama menyelenggarakan melaksanakan amanah ini dengan pembinaan dewan penasehat, pengawas dan ketua yayasan perguruan tinggi se-Indonesia.
Baca juga:Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru UMI Ditutup pada 7 Juli 2022
“Insyaallah dengan konsep jamaah, saya optimis, ke depan akan lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Ia mengajak APPERTI dan APTISI duduk bersama pemerintah, dengan menyarankan agar tidak terlalu mengatur perguruan tinggi, karena dapat berdampak kurang kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
"Mengutip paradigma Bung Hatta dalam ekonomi, pemerintah membuat terobosan, kalau sudah berjalan bagus, selanjutnya diserahkan ke masyarakat. Jadi, Pemerintah mengatur strategi jangan terlalu mengatur teknis, dapat berdampak kurang kepercayaan dari masyarakat," tegasnya.
Berkaitan dengan akreditasi penjaminan mutu, membentuk budaya mutu, perlu membiasakan perguruan tinggi membangun asesmen berkualitas. Pemerintah seharusnya memberi kesempatan seluas-luasnya kepada perguruan tinggi untuk melakukan self quality assessment.
Prof Mansyur Ramly mengaku siap mengemban amanah sebagai Ketua Umum APPERTI. Ia pun mengajak para peserta Musyawarah Nasional bersama menyelenggarakan melaksanakan amanah ini dengan pembinaan dewan penasehat, pengawas dan ketua yayasan perguruan tinggi se-Indonesia.
Baca juga:Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru UMI Ditutup pada 7 Juli 2022
“Insyaallah dengan konsep jamaah, saya optimis, ke depan akan lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Ia mengajak APPERTI dan APTISI duduk bersama pemerintah, dengan menyarankan agar tidak terlalu mengatur perguruan tinggi, karena dapat berdampak kurang kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
"Mengutip paradigma Bung Hatta dalam ekonomi, pemerintah membuat terobosan, kalau sudah berjalan bagus, selanjutnya diserahkan ke masyarakat. Jadi, Pemerintah mengatur strategi jangan terlalu mengatur teknis, dapat berdampak kurang kepercayaan dari masyarakat," tegasnya.
Berkaitan dengan akreditasi penjaminan mutu, membentuk budaya mutu, perlu membiasakan perguruan tinggi membangun asesmen berkualitas. Pemerintah seharusnya memberi kesempatan seluas-luasnya kepada perguruan tinggi untuk melakukan self quality assessment.
Lihat Juga :