Dosen UGM Kembangkan Alat Radiologi Digital Untuk Deteksi COVID-19
Kamis, 25 Juni 2020 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Alat radiografi digital ini telah diluncurkan oleh presiden Joko Widodo bersama dengan puluhan produk inovasi lainnya yang digunakan untuk membantu penanggulangan wabah COVID-19, di Istana Negara, 20 Mei 2020. “Ketika diluncurkan, saya pikir ini tidak main-main. Saya bersama tim bekerja keras menyempurnakan alat ini,” jelasnya.
Bayu menjelaskan hingga saat sudah ada tiga alat radiografi digital buatannya yang sudah diproduksi untuk keperluan mendapatkan izin produksi, izin edar dan ujicoba ke pengguna dan sudah dipakai di rumah sakit Tabanan Bali. Untuk dua alat yang lain digunakan sebagaisyarat tahapan proses mendapatkan izin produksi massal.
“Soal hilirisasi dan komersial sepenuhnya saya serahkan ke pemerintah dan stakeholder bidang kesehatan. Kita sudah mengajukan izin produksi dan izin edar, apalagi Presiden sudah meminta untuk produk inovasi monitoring covid dipermudah izinnya,” terangnya.
Meski untuk harga Bayu belum menyebutkan, namun harga alat radiografi buatannya jauh lebih lebih murah dari alat yang sama buatan luar negeri yang diimpor. “Impian saya, kita bangga dengan produk inovasi kita sendiri, bayangkan 9000 puskesmas bisa memilikinya karena harganya terjangkau,” ungkapnya.
Bayu menjelaskan hingga saat sudah ada tiga alat radiografi digital buatannya yang sudah diproduksi untuk keperluan mendapatkan izin produksi, izin edar dan ujicoba ke pengguna dan sudah dipakai di rumah sakit Tabanan Bali. Untuk dua alat yang lain digunakan sebagaisyarat tahapan proses mendapatkan izin produksi massal.
“Soal hilirisasi dan komersial sepenuhnya saya serahkan ke pemerintah dan stakeholder bidang kesehatan. Kita sudah mengajukan izin produksi dan izin edar, apalagi Presiden sudah meminta untuk produk inovasi monitoring covid dipermudah izinnya,” terangnya.
Meski untuk harga Bayu belum menyebutkan, namun harga alat radiografi buatannya jauh lebih lebih murah dari alat yang sama buatan luar negeri yang diimpor. “Impian saya, kita bangga dengan produk inovasi kita sendiri, bayangkan 9000 puskesmas bisa memilikinya karena harganya terjangkau,” ungkapnya.
(don)
Lihat Juga :