Bidan asal Lutim Lolos Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi
Jum'at, 01 Juli 2022 - 17:00 WIB
loading...
Empat nakes di Kabupaten Lutim lolos untuk mengikuti penilaian nakes teladan tingkat Provinsi Sulsel 2022. Foto/SINDOnews/Fitra Budin
A
A
A
LUWU TIMUR - Satu dari empat tenaga kesehatan (nakes) asal Kabupaten Luwu Timur (Lutim) dinyatakan lolos seleksi penilaian Nakes Teladan Tingkat Provinsi Sulsel 2022. Kegiatan itu diketahui berlangsung di Kota Makassar.
Adapun nakes asal Lutim yang lolos seleksi adalah Artini Djuhadi, bidan dari PKM Bantilang. Sedangkan tiga nakes lainnya kandas pada tes akhir. Masing-masing yakni Usman (perawat di PKM Mangkona), Irma (Kesehatan Lingkungan PKM Mangkutana), dan Nurnia (Kesehatan Masyarakat PKM Nuha).
Baca Juga: 4 Wakil Lutim Ikut Penilaian Nakes Teladan Tingkat Provinsi
"Ketiga nakes tidak lolos pada tes terakhir, yang lolos hanya Artini Djuhadi, bidan dari PKM Bantilang," kata Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Lutim, Mashuri Rachim.
Ia menjelaskan untuk penilaian berikutnya, tim provinsi akan turun pada 20 Juli ke Lutim. Mereka akan mengecek inovasi yang digagas oleh Artini.
"Inovasi yang dibawakan oleh Artini yaitu Pangkilang Candu (Pantau Keliling Ibu Hamil Wilayah PKM Bantilang dengan Cangkir Kehidupan)," tuturnya.
Adapun tiga nakes yang gagal pada tes akhir juga sebenarnya memiliki inovasi yang tidak kalah menarik. Di antaranya yakni Usman dengan inovasi Jendela Kita, Nurnia dengan inovasi Martabak Berdasi dan Irma dengan inovasi Pos Ajaib.
Adapun nakes asal Lutim yang lolos seleksi adalah Artini Djuhadi, bidan dari PKM Bantilang. Sedangkan tiga nakes lainnya kandas pada tes akhir. Masing-masing yakni Usman (perawat di PKM Mangkona), Irma (Kesehatan Lingkungan PKM Mangkutana), dan Nurnia (Kesehatan Masyarakat PKM Nuha).
Baca Juga: 4 Wakil Lutim Ikut Penilaian Nakes Teladan Tingkat Provinsi
"Ketiga nakes tidak lolos pada tes terakhir, yang lolos hanya Artini Djuhadi, bidan dari PKM Bantilang," kata Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Lutim, Mashuri Rachim.
Ia menjelaskan untuk penilaian berikutnya, tim provinsi akan turun pada 20 Juli ke Lutim. Mereka akan mengecek inovasi yang digagas oleh Artini.
"Inovasi yang dibawakan oleh Artini yaitu Pangkilang Candu (Pantau Keliling Ibu Hamil Wilayah PKM Bantilang dengan Cangkir Kehidupan)," tuturnya.
Adapun tiga nakes yang gagal pada tes akhir juga sebenarnya memiliki inovasi yang tidak kalah menarik. Di antaranya yakni Usman dengan inovasi Jendela Kita, Nurnia dengan inovasi Martabak Berdasi dan Irma dengan inovasi Pos Ajaib.
Lihat Juga :