Prabu Surya Kencana, Raja Tanpa Mahkota Pajajaran yang Lari ke Baduy Dalam

Kamis, 30 Juni 2022 - 05:14 WIB
loading...
Prabu Surya Kencana, Raja Tanpa Mahkota Pajajaran yang Lari ke Baduy Dalam
Jembatan penghubung Baduy Luar dan Baduy Dalam. Foto: Istimewa
A A A
PRABU Surya Kencana alias Raga Mulya merupakan raja terakhir Pajajaran. Dia menjabat sebagai raja pada periode 1567 M hingga 1579 M. Nama Prabu Surya Kencana disebut dalam kitab Wangsakerta.

Sementara dalam Carita Parahiyangan, Prabu Surya Kencana alias Raga Mulya, dikenal sebagai Nusya Mulya. Prabu Surya Kencana disebut juga sebagai raja tanpa mahkota. Seperti apa kisahnya? Berikut ulasan Cerita Pagi.

Dimulai dari Kerajaan Hindu Pajajaran yang didirikan oleh Sri Jayabhupati, pada tahun 923. Kerajaan ini sering juga disebut sebagai Negeri Sunda, Pasundan, atau Pakuan Pajajaran, karena berada di Pakuan, Bogor.

Baca juga: Petualangan Ibnu Batutah, dari Makkah hingga ke Kerajaan Islam Samudera Pasai

Pemerintahan Kerajaan Pajajaran merupakan kelanjutan dari kerajaan terdahulu yang ada di Jawa Barat, seperti Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda, Kerajaan Galuh, dan Kawali.

Keruntuhan Kerajaan Pajajaran, telah dimulai pada masa sebelum Prabu Surya Kencana bertakhta, yakni masa pemerintahan Raja Nilakendra. Menurut Carita Parahiyangan, Raja Nilakendra memerintah sangat ngawur.

Dikepemimpinannya inilah, Kerajaan Hindu Pajajaran dapat ditaklukan Kerajaan Islam Banten. Sementara sang raja kabur melarikan diri ke pedalaman Sunda dan wafat saat dalam pelarian, pada 1567.

Baca: Tumenggung Endranata, Pengkhianat Mataram yang Dimutilasi Sultan Agung Menjadi 3 Bagian

Sejak saat itu, ibu kota Pakuan Pajajaran tidak memiliki raja dan nasib kerajaan diserahkan kepada penduduk Pajajaran dan prajurit yang tinggal di kedaton. Kondisi ini berlangsung hingga Prabu Surya Kencana bertakhta.

Meski ditinggal kabur rajanya, Kerajaan Pajajaran masih sanggup bertahan dari serangan Kesultanan Banten. Ibu kota Pakuan Pajajaran baru benar-benar dikuasai oleh Sultan Maulana Yusuf, pada 1759.

Saat peristiwa itu terjadi, Prabu Surya Kencana dan para punggawanya yang setia menetap di daerah Lebak, Banten. Di sana, mereka hidup dengan tata cara kehidupan konvensional dan dikenal dengan Suku Baduy Dalam.

Prabu Surya Kencana juga dikenal dengan Pucuk Umun atau Panembahan Pulasari yang sekarang berada di Kaduhejo, Kecamatan Menes, pada lereng Gunung Pulasari. Hingga kini, Suku Baduy Dalam masih lestari.

Sampai di sini ulasan singkat Cerita Pagi, semoga bermanfaat.

Sumber tulisan:
1. Joko Darmawan, Sandyakala, Kejayaan & Kemashyuran Kerajaan Nusantara, Uwais Inspirasi Indonesia, Buku Elektronik.
2. Fery Taufiq El-Jaquene, Hitam Putih Pajajaran dari kejayaan hingga keruntuhan Kerajaan Pajajaran, Araska Publisher, 2020.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1378 seconds (10.101#12.26)