Yayasan Hadji Kalla Hadirkan Program Kampung Hijau Energi
Rabu, 29 Juni 2022 - 18:02 WIB
loading...
Yayasan Hadji Kalla menghadirkan program Kampung Hijau Energi untuk mendorong transisi energi terbarukan. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Yayasan Hadji Kalla (YHK) terus melakukan inovasi melalui berbagai programnya di pedesaan. Salah satunya mendorong transisi energi terbarukan melalui Kampung Hijau Energi.
Kampung Hijau Energi merupakan pengembangan dari Program Kampung Iklim (Proklim) yang sukses digelar tahun lalu. Program tersebut telah memasuki tahap persiapan yang dicanangkan berjalan di pertengahan tahun ini.
Baca juga:Kalla Toyota Hadirkan Program Toyota Spacland Dengan 150 Kupon Umrah
"Tahun ini kita menargetkan pendekatan yang lebih besar kepada masyarakat. Targetnya bagaimana bisa membuat sentra edukasi di masyarakat akan isu energi baru dan terbarukan. Nah, kita mulai dari bioenergi," ungkap Sapril Akhmady, Manager Bidang Kemanusiaan, Lingkungan & Kesehatan YHK.
Program ini akan dimulai dengan pembangunan reaktor biogas di 4 desa yang juga berlokasi di 4 kabupaten, yakni Gowa, Takalar, Bone dan Wajo. Reaktor biogas dapat menghasilkan dua manfaat sekaligus, yakni energi alternatif dengan memanfaatkan kotoran hewan serta ampasnya bisa diolah menjadi pupuk organik yang dikenal dengan bio-slurry.
Sapril menambahkan, lokasi pembangunan reaktor biogas tersebut akan dijadikan sebagai sarana edukasi dan latihan bagi masyarakat lainnya untuk membangun sarana serupa. Selain mendorong transisi energi terbarukan, misi dari program ini ialah menciptakan aktivitas perekonomian baru di pedesaan.
"Target terakhir kita juga akan ada 4 gerai pupuk mandiri di desa. Kita akan melakukan pendampingan secara konsisten, mulai dari pelatihan, pemanfaatan hingga membuat bisnis plan bagaimana mendatangkan dampak ekonomi bagi kelompok tani ternak," ungkap Sapril.
Baca juga:Servis Berkala Kalla Toyota Gratis Ganti Oli
Adapun syarat utama bagi calon pemanfaat program Kampung Hijau Energi, paling tidak kelompok tani ternak memiliki 3 ekor sapi dan komitmen membuat kandang bila tidak memiliki kandang. Program ini kembali dilanjutkan dengan melihat hasil evaluasi pelaksanaan tahun lalu yang menunjukkan hasil positif di Desa Simbang dan Desa Sambueja, Kabupaten Maros.
"Pertama, bagaimana desa tersebut memberikan komitmen untuk mengembangkan pilot project. Kemudian, memasukkan 3-4 perencanaan membangun reaktor biogas bagi keluarga yang tertarik. Selain itu, mereka juga menginisiasi lokasinya sebagai sentra edukasi hingga sampai sekarang sudah banyak kelompok-kelompok tani ternak yang datang dari kecamatan lain," pungkas Sapril.
Kampung Hijau Energi merupakan pengembangan dari Program Kampung Iklim (Proklim) yang sukses digelar tahun lalu. Program tersebut telah memasuki tahap persiapan yang dicanangkan berjalan di pertengahan tahun ini.
Baca juga:Kalla Toyota Hadirkan Program Toyota Spacland Dengan 150 Kupon Umrah
"Tahun ini kita menargetkan pendekatan yang lebih besar kepada masyarakat. Targetnya bagaimana bisa membuat sentra edukasi di masyarakat akan isu energi baru dan terbarukan. Nah, kita mulai dari bioenergi," ungkap Sapril Akhmady, Manager Bidang Kemanusiaan, Lingkungan & Kesehatan YHK.
Program ini akan dimulai dengan pembangunan reaktor biogas di 4 desa yang juga berlokasi di 4 kabupaten, yakni Gowa, Takalar, Bone dan Wajo. Reaktor biogas dapat menghasilkan dua manfaat sekaligus, yakni energi alternatif dengan memanfaatkan kotoran hewan serta ampasnya bisa diolah menjadi pupuk organik yang dikenal dengan bio-slurry.
Sapril menambahkan, lokasi pembangunan reaktor biogas tersebut akan dijadikan sebagai sarana edukasi dan latihan bagi masyarakat lainnya untuk membangun sarana serupa. Selain mendorong transisi energi terbarukan, misi dari program ini ialah menciptakan aktivitas perekonomian baru di pedesaan.
"Target terakhir kita juga akan ada 4 gerai pupuk mandiri di desa. Kita akan melakukan pendampingan secara konsisten, mulai dari pelatihan, pemanfaatan hingga membuat bisnis plan bagaimana mendatangkan dampak ekonomi bagi kelompok tani ternak," ungkap Sapril.
Baca juga:Servis Berkala Kalla Toyota Gratis Ganti Oli
Adapun syarat utama bagi calon pemanfaat program Kampung Hijau Energi, paling tidak kelompok tani ternak memiliki 3 ekor sapi dan komitmen membuat kandang bila tidak memiliki kandang. Program ini kembali dilanjutkan dengan melihat hasil evaluasi pelaksanaan tahun lalu yang menunjukkan hasil positif di Desa Simbang dan Desa Sambueja, Kabupaten Maros.
"Pertama, bagaimana desa tersebut memberikan komitmen untuk mengembangkan pilot project. Kemudian, memasukkan 3-4 perencanaan membangun reaktor biogas bagi keluarga yang tertarik. Selain itu, mereka juga menginisiasi lokasinya sebagai sentra edukasi hingga sampai sekarang sudah banyak kelompok-kelompok tani ternak yang datang dari kecamatan lain," pungkas Sapril.
(luq)
Lihat Juga :