Gugus Tugas Papua Edukasi Literasi dan Menulis ke Ratusan Pemuda
Rabu, 29 Juni 2022 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Membangun Literasi Dinilai Perlu Dukungan Pemerintah Daerah
Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma menyatakan, literasi menjadi penting untuk mendongkrak kualitas SDM orang muda Papua. Ia menambahkan, harus diakui bahwa ada beberapa daerah di Indonesia masih darurat literasi. Padahal baca-tulis adalah faktor kunci bagi masyarakat untuk bebas dari belenggu kebodohan dan ketertinggalan.
“Maka apa yang dibuat Gugus Tugas Papua diharapkan bisa menghasilkan sebuah kultur baru yang diisi tidak saja lewat gagasan dan ide, tetapi praktik nyata bagi kaum muda Papua agar adanya kecakapan dalam berliterasi,” tegasnya.
Pihaknya meminta kaum muda Papua agar bisa lebih aktif mengakses sumber-sumber literasi sehingga mengurangi buta aksara.
“Kita berharap ke depan juga lebih banyak akses sebagai sumber pendukung bagi masyarakat Papua seperti perpustakaan umum, toko buku, dan media massa. Selain itu adanya perangkat teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan kaum muda Papua dalam mengakses sumber-sumber literasi,” pungkasnya.
Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma menyatakan, literasi menjadi penting untuk mendongkrak kualitas SDM orang muda Papua. Ia menambahkan, harus diakui bahwa ada beberapa daerah di Indonesia masih darurat literasi. Padahal baca-tulis adalah faktor kunci bagi masyarakat untuk bebas dari belenggu kebodohan dan ketertinggalan.
“Maka apa yang dibuat Gugus Tugas Papua diharapkan bisa menghasilkan sebuah kultur baru yang diisi tidak saja lewat gagasan dan ide, tetapi praktik nyata bagi kaum muda Papua agar adanya kecakapan dalam berliterasi,” tegasnya.
Pihaknya meminta kaum muda Papua agar bisa lebih aktif mengakses sumber-sumber literasi sehingga mengurangi buta aksara.
“Kita berharap ke depan juga lebih banyak akses sebagai sumber pendukung bagi masyarakat Papua seperti perpustakaan umum, toko buku, dan media massa. Selain itu adanya perangkat teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan kaum muda Papua dalam mengakses sumber-sumber literasi,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :