Bupati Wajo Paparkan Inovasi Penanggulangan Infeksi Dengue pada Forum Nasional
Selasa, 28 Juni 2022 - 20:48 WIB
loading...
A
A
A
Bupati Amran menuturkan inovasi ini sudah diformulasikan menjadi aplikasi untuk smartphone. Aplikasi Go Cantik terdiri dari fitur masyarakat yang di dalamnya ada menu pelaporan masyarakat. Lewat aplikasi itu, masyarakat bisa jika mengetahui ada yang terkena infeksi dengue ataupun rumahnya sudah bebas jentik.
Selanjutnya, ada pula informasi DBD yang memberikan informasi dengue kepada masyarakat. "Juga ada fitur petugas yang memiliki menu pendataan yang digunakan oleh petugas puskesmas atau kader untuk menginput data survei. Kemudian menu detail data desa yang menampilkan data desa yang sudah disurvei dan diinput," jelas Bupati Amran.
Berdasarkan data, sejak inovasi Go Cantik diluncurkan dan diterapkan pada Agustus 2021, distribusi kasus dengue di Wajo menunjukkan penurunan. Dari tahun 2021 sebanyak 178 kasus, sementara untuk 2022 ini per Juni 45 kasus.
"Tentu ini semua berkat kerja sama dari seluruh Forkopimda, OPD terkait, instasi vertikal, serta seluruh stakeholder terkait dan tidak kalah pentingnya adalah peran serta masyarakat Kabupaten Wajo. Kebersamaan ini perlu kita pertahankan agar Kabupaten Wajo pada tahun-tahun berikutnya bisa nol kasus dengue," tuturnya.
Pada kegiatan yang diikuti lebih 500 peserta perwakilan dinas kesehatan kabupaten/kota seluruh Indonesia dan petinggi kementerian kesehatan serta beberapa pakar kesehatan ini, Bupati Amran menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk berbagi tentang upaya pencegahan infeksi dengue melalui Go Cantik.
"Kami tentu masih sangat membutuhkan bimbingan dan advokasi dari Kemenkes untuk penanganan dan pencegahan penyakit termasuk dengue ini," harapnya.
Selanjutnya, ada pula informasi DBD yang memberikan informasi dengue kepada masyarakat. "Juga ada fitur petugas yang memiliki menu pendataan yang digunakan oleh petugas puskesmas atau kader untuk menginput data survei. Kemudian menu detail data desa yang menampilkan data desa yang sudah disurvei dan diinput," jelas Bupati Amran.
Berdasarkan data, sejak inovasi Go Cantik diluncurkan dan diterapkan pada Agustus 2021, distribusi kasus dengue di Wajo menunjukkan penurunan. Dari tahun 2021 sebanyak 178 kasus, sementara untuk 2022 ini per Juni 45 kasus.
"Tentu ini semua berkat kerja sama dari seluruh Forkopimda, OPD terkait, instasi vertikal, serta seluruh stakeholder terkait dan tidak kalah pentingnya adalah peran serta masyarakat Kabupaten Wajo. Kebersamaan ini perlu kita pertahankan agar Kabupaten Wajo pada tahun-tahun berikutnya bisa nol kasus dengue," tuturnya.
Pada kegiatan yang diikuti lebih 500 peserta perwakilan dinas kesehatan kabupaten/kota seluruh Indonesia dan petinggi kementerian kesehatan serta beberapa pakar kesehatan ini, Bupati Amran menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk berbagi tentang upaya pencegahan infeksi dengue melalui Go Cantik.
"Kami tentu masih sangat membutuhkan bimbingan dan advokasi dari Kemenkes untuk penanganan dan pencegahan penyakit termasuk dengue ini," harapnya.
Lihat Juga :