Kisah Pangeran Cakrabuana Keluar dari Istana Pakuan dan Mendirikan Kesultanan Cirebon
Selasa, 28 Juni 2022 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Dari kisah, yang mendirikan Kesultanan Cirebon adalah Pangeran Cakrabuana atau Pangeran Walangsungsang. Cakrabuana ini sejatinya pewaris utama tahta kerajaan Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran iti. Dia adalah putra pertama Prabu Siliwangi dari istri pertama bernama Nyi Subang Larang.
Namun, mahkota kerajaan jatuh ke adiknya Prabu Surawisesa anak Prabu Siliwang dari istri keduanya, Nyai Cantring Manik.
Tahta tidak tidak diwariskan kepada Cakrabuana karena alasan menganut Islam. Maklum, kala itu agama didominasi mayoritas Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda), Hindu dan Buddha.
Karena itu, Pangeran Cakrabuana memilih keluar dari lingkungan keraton setelah ibunya juga keluar dari lingkungan kekuasaan. Pangeran Cakrabuana kemudian membuat padukuhan di daerah Kebon Pesisir, mendirikan Kuta Kosad (susunan tembok bata merah tanpa spasi)
Lalu dia membuat Dalem Agung Pakungwati dan mulai membentuk pemerintahan di Caruban pada tahun 1430 M. Meski berasal dari Kerajaan Pajajaran, Pangeran Cakrabuana kemudian bertakhta di Cirebon sejak 1430 sampai dengan 1479.
Sejak memerintah, Pangeran Cakrabuana kemudian melakukan syiar Islam kepada penduduk Cirebon dan sekitarnya. Disebutkan bahwa pada masa pemerintahannya, hubungan dengan Kesultanan Demak sangat baik. Bahkan lebih dekat ketimbang kepada Kerajaan Pajajaran yang notabene ayahnya sendiri.
Pangeran Cakrabuana diketahui menikah dengan dua orang istri dan memiliki 10 orang anak. Istri pertamanya bernama Nyi Rasajati dari Campa dan memiliki 7 orang anak.
Namun, mahkota kerajaan jatuh ke adiknya Prabu Surawisesa anak Prabu Siliwang dari istri keduanya, Nyai Cantring Manik.
Tahta tidak tidak diwariskan kepada Cakrabuana karena alasan menganut Islam. Maklum, kala itu agama didominasi mayoritas Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda), Hindu dan Buddha.
Karena itu, Pangeran Cakrabuana memilih keluar dari lingkungan keraton setelah ibunya juga keluar dari lingkungan kekuasaan. Pangeran Cakrabuana kemudian membuat padukuhan di daerah Kebon Pesisir, mendirikan Kuta Kosad (susunan tembok bata merah tanpa spasi)
Lalu dia membuat Dalem Agung Pakungwati dan mulai membentuk pemerintahan di Caruban pada tahun 1430 M. Meski berasal dari Kerajaan Pajajaran, Pangeran Cakrabuana kemudian bertakhta di Cirebon sejak 1430 sampai dengan 1479.
Sejak memerintah, Pangeran Cakrabuana kemudian melakukan syiar Islam kepada penduduk Cirebon dan sekitarnya. Disebutkan bahwa pada masa pemerintahannya, hubungan dengan Kesultanan Demak sangat baik. Bahkan lebih dekat ketimbang kepada Kerajaan Pajajaran yang notabene ayahnya sendiri.
Pangeran Cakrabuana diketahui menikah dengan dua orang istri dan memiliki 10 orang anak. Istri pertamanya bernama Nyi Rasajati dari Campa dan memiliki 7 orang anak.
Lihat Juga :