3 Bulan Solar Langka, Ratusan Nelayan Natuna Tak Dapat Melaut
Senin, 27 Juni 2022 - 13:37 WIB
loading...
Ratusan nelayan di Kabupaten Natuna, tidak bisa melaut akibat kelangkaan solar. Foto/iNews TV/Alfie Al Rasyid
A
A
A
NATUNA - Nasib tragis dialami ratusan nelayan di Kabupaten Natuna. Sejak tiga bulan terakhir, mereka kesulitan mendapatkan solar. Akibatnya, mereka tidak memiliki penghasilan karena tak dapat melaut.
Baca juga: Heroik! Prajurit TNI AD Tangkap Truk Angkut Ribuan Liter Solar Bersubsidi
Ratusan perahu nelayan hanya bisa sandar di pelabuhan, dan tak dapat beroperasi. "Kalau kelangkaan solar sudah dirasakan nelayan sejak bulan Maret, dan sampai sekarang masih sulit," ujar Ketua Aliansi Nelayan Natuna, Henri, Senin (27/6/2022).
Para nelayan hanya mendapatkan jatah solar sebanyak 30 liter per hari. Menurut Henri kalau hanya mendapatkan jatah solar 30 liter per hari, maka hanya bisa digunakan untuk melaut selama enam jam saja.
Baca juga: Garang Keroyok Prajurit TNI, 4 Jukir Liar Menangis Diringkus Polisi
Henri menambahkan, langkanya solar ini membuat nelayan kehilangan penghasilan. Biasanya, para nelayan ini bisa mendapatkan penghasilan satu ton ikan, sekarang mereka tak dapat melaut dan harus kerja serabutan.
Baca juga: Aksi Brutal Massa Rusak dan Keroyok Pengemudi Mobil hingga Terkapar di Jalan
SPBU yang menjual solar khusus nelayan juga selalu tutup, dan tidak menyediakan solar. Sementara, apabila membeli solar eceren sangat memberatkan para nelayan, karena harganya terlalu tinggi.
Baca juga: Heroik! Prajurit TNI AD Tangkap Truk Angkut Ribuan Liter Solar Bersubsidi
Ratusan perahu nelayan hanya bisa sandar di pelabuhan, dan tak dapat beroperasi. "Kalau kelangkaan solar sudah dirasakan nelayan sejak bulan Maret, dan sampai sekarang masih sulit," ujar Ketua Aliansi Nelayan Natuna, Henri, Senin (27/6/2022).
Para nelayan hanya mendapatkan jatah solar sebanyak 30 liter per hari. Menurut Henri kalau hanya mendapatkan jatah solar 30 liter per hari, maka hanya bisa digunakan untuk melaut selama enam jam saja.
Baca juga: Garang Keroyok Prajurit TNI, 4 Jukir Liar Menangis Diringkus Polisi
Henri menambahkan, langkanya solar ini membuat nelayan kehilangan penghasilan. Biasanya, para nelayan ini bisa mendapatkan penghasilan satu ton ikan, sekarang mereka tak dapat melaut dan harus kerja serabutan.
Baca juga: Aksi Brutal Massa Rusak dan Keroyok Pengemudi Mobil hingga Terkapar di Jalan
SPBU yang menjual solar khusus nelayan juga selalu tutup, dan tidak menyediakan solar. Sementara, apabila membeli solar eceren sangat memberatkan para nelayan, karena harganya terlalu tinggi.
(eyt)
Lihat Juga :