Ventilator Inovasi Unpad-ITB Mulai Disebar ke Seluruh Indonesia
Kamis, 25 Juni 2020 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
"Jalur produksi assembly dilakukan di Polman (Politeknik Manufaktur) dan Polban (Politeknik Bandung) dibantu beberapa SMK dan melibatkan UMKM. Kontrol kualitas dan kalibrasi tetap dilakukan ITB. Mahasiswa ITB, UPI, Polman, dan Polban terlibat selama proses pengembangan, produksi dan kontrol kualitas," katanya.
Sementara itu, pengembang sisi medis Vent-I, Ike Sri Redjeki mengatakan, Vent-I menggunakan mesin ventilator PEEP (positive end-expiratory pressure) agar mudah dioperasikan. Pasalnya, kata dia, tidak semua dokter dan tenaga medis dapat mengoperasikan ventilator advance.
"Kalau memegang ventilator dan salah, itu bukan membantu malah membunuh. Saya coba membuat yang paling sederhana," ujarnya.
Menurut Ike, terbatasnya sumber daya manusia (SDM) yang dapat mengoperasikan ventilator advance mendorong dia dan timnya berinovasi.
Selain SDM, pembuatan ventilator advance memerlukan waktu panjang, sedangkan virus SARS-CoV-2 menyebar dengan cepat.
Maka, lanjut Ike, pembuatan ventilator dengan mesin PEEP dinilai efektif, tepat guna, dan dapat menekan biaya produksi.
Sementara itu, pengembang sisi medis Vent-I, Ike Sri Redjeki mengatakan, Vent-I menggunakan mesin ventilator PEEP (positive end-expiratory pressure) agar mudah dioperasikan. Pasalnya, kata dia, tidak semua dokter dan tenaga medis dapat mengoperasikan ventilator advance.
"Kalau memegang ventilator dan salah, itu bukan membantu malah membunuh. Saya coba membuat yang paling sederhana," ujarnya.
Menurut Ike, terbatasnya sumber daya manusia (SDM) yang dapat mengoperasikan ventilator advance mendorong dia dan timnya berinovasi.
Selain SDM, pembuatan ventilator advance memerlukan waktu panjang, sedangkan virus SARS-CoV-2 menyebar dengan cepat.
Maka, lanjut Ike, pembuatan ventilator dengan mesin PEEP dinilai efektif, tepat guna, dan dapat menekan biaya produksi.
Lihat Juga :