Vision+ Semarakkan Ubud Food Festival 2022 Lewat Once Upon a Time in Chinatown
Sabtu, 25 Juni 2022 - 23:04 WIB
loading...
Vision+ turut menyemarakkan Ubud Food Festival 2022. Foto/iNews TV/Ketut Catur Kusumaningrat
A
A
A
GIANYAR - Dua tahun tak digelar akibat pandemi COVID-19, Ubud Food Festival akhirnya dapat kembali menyapa para pecinta kuliner di tahun 2022 ini. Ubud Food Festival 2022, semakin semarak dengan kehadiran Vision+.
Baca juga: Vision+ Hadirkan Screening dan Talk Show Originals Once Upon a Time in Chinatown di Ubud Food Festival 2022
Di ajang Ubud Food Festival 2022 ini, Vision+ hadir dengan menayangkan "Original Series Once Upon a Time in Chinatown". Dalam sesi ini, menghadirkan Managing Director Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo.
Selain itu, juga turut hadir Head of Creative Original Production Vision Pictures Lukman Sardi; Host dan Sutradara Vision+ Originals "Once Upon a Time in Chinatown", Zack Lee; serta Producer Vision+ Originals "Once Upon a Time in Chinatown", Sheila Timothy.
Baca juga: Sampai Hati Bunuh dan Buka Celana Ibu Kandung, Jamal Mirdat: Saya Kesal Sering Dimarahi
Dalam Ubud Food Festival 2022 ini, Vision+ menayangkan beberapa episode dari original series "Once Upon a Time in Chinatown". Serial bergenre dokumenter ini, membahas mengenai kisah di balik restoran-restoran yang ada di Jakarta. Di mana ini memberikan tema kuliner yang khas, untuk acara Ubud Food Festival 2022.
Clarissa Tanoesoedibjo menjelaskan, dalam Ubud Food Festival 2022 ini, Vision+ sengaja menghadirkan sejumlah dokumenter tentang kekayaan kuliner nusantara, melalui tayangan "Once Upon a Time in Chinatown".
![Vision+ Semarakkan Ubud Food Festival 2022 Lewat Once Upon a Time in Chinatown]()
"Harapannya, kita terus dapat memberikan dukungan terhadap perkembangan budaya kuliner nusantara seperti yang telah dilakukan Ubud Food Festival. Kebetulan di Vision+ memang ada chanel khusus kuliner," ujar Clarissa Tanoesoedibjo
Sementara Lukman Sardi mengungkapkan, kegiatan Ubud Food Festival sangat seru. Keterlibatan Vision+ di Ubud Food Festival ini, karena dokumenter "Once Upon a Time in Chinatown", turut ditayangkan di acara ini.
Baca juga: Menyusul di Jakarta, Holywings Manado juga Digeruduk Anggota Ormas Adat LMI
"Dokumenter Once Upon a Time in Chinatown menceritakan kultur kuliner kita, dan ini sangat pas kalau ditayangkan di Ubud Food Festival. Dokumentasi ini menunjukkan kuliner kita luar biasa banget. Kuliner kita tak sekedar makanan, namun ada cerita, sejarah, dan perbaduan budaya," ungkap Lukman Sardi.
Hal senada juga diungkapkan Zack Lee. Menurutnya, makanan itu menyatukan semua orang. Apapun ras, agama, dan negaranya, makanan dapat menyatukan semua perbedaan. "Melalui dokumenter Once Upon a Time in Chinatown ini, aku mau menyampaikan melalui makanan bisa saling mengasihi, dan berkumpul sebagai umat manusia," terangnya.
![Vision+ Semarakkan Ubud Food Festival 2022 Lewat Once Upon a Time in Chinatown]()
Ubud Food Festival Manager, Ermayanthi tahun ini berkesempatan bekerjasama dengan Vision+, dengan pemutaran film dokumenter tentang kuliner. "Tentunya ini sangat bagus. Kita berharap kerjasama dapat terus berlanjut, untuk mengembangkan kuliner nusantara," terangnya.
Once Upon a Time in Chinatown menurut Sheila Timothy adalah sebuah seri dokumenter, yang bercerita tentang tujuh restoran legendaris di pecinan. "Dari seri dokumenter ini, kita bisa belajar tentang makanan dan masakan yang bercerita tentang keluarganya, serta perjuangannya. Melalui akanan dan masakan dapat menjadi media membangkitkan rasa, suka cita, dan kebersamaan," imbuhnya.
Baca juga: Kasat Lantas Digerebek saat Ngamar dengan Wanita Berdaster Istri AKP, Kapolres Way Kanan Minta Maaf
Festival Founder and Director Ubud Food Festival, Janet Deneefe mengaku sangat senang Ubud Food festival 2022 ini dapat digelar kembali, dan bekerjasama dengan Vision+ untuk semakin mengembangkan industri kuliner.
Baca juga: Vision+ Hadirkan Screening dan Talk Show Originals Once Upon a Time in Chinatown di Ubud Food Festival 2022
Di ajang Ubud Food Festival 2022 ini, Vision+ hadir dengan menayangkan "Original Series Once Upon a Time in Chinatown". Dalam sesi ini, menghadirkan Managing Director Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo.
Selain itu, juga turut hadir Head of Creative Original Production Vision Pictures Lukman Sardi; Host dan Sutradara Vision+ Originals "Once Upon a Time in Chinatown", Zack Lee; serta Producer Vision+ Originals "Once Upon a Time in Chinatown", Sheila Timothy.
Baca juga: Sampai Hati Bunuh dan Buka Celana Ibu Kandung, Jamal Mirdat: Saya Kesal Sering Dimarahi
Dalam Ubud Food Festival 2022 ini, Vision+ menayangkan beberapa episode dari original series "Once Upon a Time in Chinatown". Serial bergenre dokumenter ini, membahas mengenai kisah di balik restoran-restoran yang ada di Jakarta. Di mana ini memberikan tema kuliner yang khas, untuk acara Ubud Food Festival 2022.
Clarissa Tanoesoedibjo menjelaskan, dalam Ubud Food Festival 2022 ini, Vision+ sengaja menghadirkan sejumlah dokumenter tentang kekayaan kuliner nusantara, melalui tayangan "Once Upon a Time in Chinatown".

"Harapannya, kita terus dapat memberikan dukungan terhadap perkembangan budaya kuliner nusantara seperti yang telah dilakukan Ubud Food Festival. Kebetulan di Vision+ memang ada chanel khusus kuliner," ujar Clarissa Tanoesoedibjo
Sementara Lukman Sardi mengungkapkan, kegiatan Ubud Food Festival sangat seru. Keterlibatan Vision+ di Ubud Food Festival ini, karena dokumenter "Once Upon a Time in Chinatown", turut ditayangkan di acara ini.
Baca juga: Menyusul di Jakarta, Holywings Manado juga Digeruduk Anggota Ormas Adat LMI
"Dokumenter Once Upon a Time in Chinatown menceritakan kultur kuliner kita, dan ini sangat pas kalau ditayangkan di Ubud Food Festival. Dokumentasi ini menunjukkan kuliner kita luar biasa banget. Kuliner kita tak sekedar makanan, namun ada cerita, sejarah, dan perbaduan budaya," ungkap Lukman Sardi.
Hal senada juga diungkapkan Zack Lee. Menurutnya, makanan itu menyatukan semua orang. Apapun ras, agama, dan negaranya, makanan dapat menyatukan semua perbedaan. "Melalui dokumenter Once Upon a Time in Chinatown ini, aku mau menyampaikan melalui makanan bisa saling mengasihi, dan berkumpul sebagai umat manusia," terangnya.

Ubud Food Festival Manager, Ermayanthi tahun ini berkesempatan bekerjasama dengan Vision+, dengan pemutaran film dokumenter tentang kuliner. "Tentunya ini sangat bagus. Kita berharap kerjasama dapat terus berlanjut, untuk mengembangkan kuliner nusantara," terangnya.
Once Upon a Time in Chinatown menurut Sheila Timothy adalah sebuah seri dokumenter, yang bercerita tentang tujuh restoran legendaris di pecinan. "Dari seri dokumenter ini, kita bisa belajar tentang makanan dan masakan yang bercerita tentang keluarganya, serta perjuangannya. Melalui akanan dan masakan dapat menjadi media membangkitkan rasa, suka cita, dan kebersamaan," imbuhnya.
Baca juga: Kasat Lantas Digerebek saat Ngamar dengan Wanita Berdaster Istri AKP, Kapolres Way Kanan Minta Maaf
Festival Founder and Director Ubud Food Festival, Janet Deneefe mengaku sangat senang Ubud Food festival 2022 ini dapat digelar kembali, dan bekerjasama dengan Vision+ untuk semakin mengembangkan industri kuliner.
(eyt)
Lihat Juga :