Percepat Tes Swab Corona, Dinkes Jabar Jemput 21.000 Reagen
Minggu, 26 April 2020 - 11:51 WIB
loading...
Tim Dinkes Jabar menjemput 21.000 reagen PCR yang baru tiba dari Tiongkok di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (25/4/2020) malam. Foto/Dok.Dinkes Jabar
A
A
A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat menginginkan penyebaran virus Corona segera dikendalikan. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat sudah mengambil langsung 21.000 reagen polymerase chain reaction (PCR) di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
Kepala Dinkes Jabar, Berli Hamdani mengatakan, reagen PCR yang baru tiba dari Tiongkok secepatnya diambil agar uji swab di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) bisa dipercepat. Sebab ada kenaikan jumlah sampel yang masuk secara signifikan.
"Antrean cukup panjang. Sejak pekan lalu kami sudah mengirimkan surat permohonan kepada Kemenkes untuk menambah kapasitas (tes COVID-19)," katanya. (Baca : 26 Tenaga Kesehatan RSUD Kota Bogor Negatif Berdasarkan Swab Test)
Menurutnya, peningkatan kapasitas dan fasilitas Labkesda Jabar sangat penting untuk menghasilkan data penentu diagnostik, ruang isolasi secara akurat dan tepat, tindak lanjut terapi, penentuan peta sebaran, dan sebagainya.
"Untuk Labkesda Jabar termasuk (Laboratorium) Unpad Jatinangor, RSHS dan Poltekes, kebutuhan 5.000 reagen PCR dan 5.000 reagen RNA," sebutnya. (Baca : Dinkes Cimahi Pilih Opsi Swab Test Massal agar Tidak Lampaui Waktu PSBB)
Kepala Dinkes Jabar, Berli Hamdani mengatakan, reagen PCR yang baru tiba dari Tiongkok secepatnya diambil agar uji swab di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) bisa dipercepat. Sebab ada kenaikan jumlah sampel yang masuk secara signifikan.
"Antrean cukup panjang. Sejak pekan lalu kami sudah mengirimkan surat permohonan kepada Kemenkes untuk menambah kapasitas (tes COVID-19)," katanya. (Baca : 26 Tenaga Kesehatan RSUD Kota Bogor Negatif Berdasarkan Swab Test)
Menurutnya, peningkatan kapasitas dan fasilitas Labkesda Jabar sangat penting untuk menghasilkan data penentu diagnostik, ruang isolasi secara akurat dan tepat, tindak lanjut terapi, penentuan peta sebaran, dan sebagainya.
"Untuk Labkesda Jabar termasuk (Laboratorium) Unpad Jatinangor, RSHS dan Poltekes, kebutuhan 5.000 reagen PCR dan 5.000 reagen RNA," sebutnya. (Baca : Dinkes Cimahi Pilih Opsi Swab Test Massal agar Tidak Lampaui Waktu PSBB)
Lihat Juga :