Datangi Pasar Tradisional Mendag Zulhas Janjikan Harga Migor Segera Normal
Kamis, 23 Juni 2022 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Dia pun membeberkan sejumlah strategi yang akan dijalankan, agar harga migor kembali normal. Pertama, mengamankan stok migor di pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia. Selain itu, masyarakat kini tidak lagi dibatasi membeli migor.
"Dulu beli pakai KTP hanya bisa dua liter atau dua kilo ya, sekarang boleh 10 liter, boleh. Jadi kalau ada orang datang, kenapa kok stoknya banyak? Kalau stoknya banyak nanti belinya turun atau berkurang, nanti terhambat izin untuk ekspornya," jelasnya.
Zulhas juga akan mengumpulkan pengusaha atau produsen migor untuk sama-sama membuat gebrakan dengan mengubah migor curah menjadi migor dalam kemasan. "Kita mulai hari Senin, produsen minyak goreng boleh mengemas minyak curah itu menjadi kemasan sederhana, sehingga nanti masyarakat ibu-ibu kalau dia belanja ke supermarket itu ada minyak goreng yang harganya Rp14.000," katanya.
![Datangi Pasar Tradisional Mendag Zulhas Janjikan Harga Migor Segera Normal]()
Bahkan, Zulhas mengaku sudah memiliki nama yang akan disematkan dalam migor kemasan itu, yakni "Minyak Kita". Migor kemasan itu, kata Zulhas, akan lebih bersih dan hiegienis.
"Kemasan sederhana, bagus dan nanti Insya Allah secara bertahap ditemukan didapatkan atau dibeli di supermarket, bisa karena sudah dikemas. Sementara kalau curah gak bisa, nanti pecah repot. Oleh karena itu, kalau minyak curah memang tempatnya tertentu," tuturnya.
"Dulu beli pakai KTP hanya bisa dua liter atau dua kilo ya, sekarang boleh 10 liter, boleh. Jadi kalau ada orang datang, kenapa kok stoknya banyak? Kalau stoknya banyak nanti belinya turun atau berkurang, nanti terhambat izin untuk ekspornya," jelasnya.
Zulhas juga akan mengumpulkan pengusaha atau produsen migor untuk sama-sama membuat gebrakan dengan mengubah migor curah menjadi migor dalam kemasan. "Kita mulai hari Senin, produsen minyak goreng boleh mengemas minyak curah itu menjadi kemasan sederhana, sehingga nanti masyarakat ibu-ibu kalau dia belanja ke supermarket itu ada minyak goreng yang harganya Rp14.000," katanya.

Bahkan, Zulhas mengaku sudah memiliki nama yang akan disematkan dalam migor kemasan itu, yakni "Minyak Kita". Migor kemasan itu, kata Zulhas, akan lebih bersih dan hiegienis.
"Kemasan sederhana, bagus dan nanti Insya Allah secara bertahap ditemukan didapatkan atau dibeli di supermarket, bisa karena sudah dikemas. Sementara kalau curah gak bisa, nanti pecah repot. Oleh karena itu, kalau minyak curah memang tempatnya tertentu," tuturnya.
Lihat Juga :