Puting Beliung Kembali Terjang Bua Luwu, 27 Rumah Warga Rusak
Rabu, 22 Juni 2022 - 15:10 WIB
loading...
Kondisi rumah warga dan tiang listrik di Desa Lengkong Kecamatan Bua, roboh setelah diterjang angin puting beliung. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Angin puting beliung menerjang rumah warga di Dusun Karo, Desa Lengkong, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Rabu (22/6/2022) dini hari. Kali ini, ada 27 rumah warga terdampak, 34 kepala keluarga dan 212 jiwa.
SINDOnews mencatat, bencana angin puting beliung sudah dua kali menerjang rumah warga di Kecamatan Bua, selama tahun 2022. Sebelumnya, pada 8 Januari 2022, angin puting beliung merusak 53 rumah warga dan sebagian rata dengan tanah.
Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang 2 Kelurahan 1 Desa di Maros, Ratusan Rumah Hancur
Sementara, puting beliung yang terjadi sekira pukul 00.05 Wita, Rabu dini hari tadi, menyebabkan 5 rumah warga rusak berat, 9 rusak sedang dan 13 rusak ringan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Alamsyah, kepada SINDOnews melaporkan, 5 rumah warga yang rusak berat masing-masing milik Susanto, Agurdi, Nawir, Almarhum Rassengan dan rumah milik Taufiq Alimin.
"Kelima rumah yang rusak berat di atas berada di Dusun Karo, Desa Lengkong Kecamatan Bua. Rumah milik Susanto, Agurdi, Ketua BPD Desa Lengkong, Nawir, pensiunan guru, rumah milik Almarhum Rassengan dan rumah milik Taufiq Alimin," sebut Alamsyah.
" Puting beliung yang terjadi semalam juga merusak sejumlah fasilitas umum, atap SDN 479 Lengkong, merusak atap Pustu Desa Lengkong serta merobohkan pohon hingga memutus jaringan listrik di Kecamatan Bua," lanjutnya.
Baca juga: Puting Beliung Hantam Lahat, Ratusan Rumah di 2 Desa Rusak
Dilaporkan Kepala BPBD Luwu, kondisi terkini pukul 14.14 Wita, BPBD beserta sejumlah pihak masih melakukan asesmen dampak bencana.
"Kami juga laporkan, Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang, didampingi BPBD Luwu, Tagana, Dinas Sosial, Perkim, pemerintah Kecamatan Bua dan Desa Lengkong, telah mengunjungi para korban. Bupati memerintahkan penanganan secepatnya," katanya.
Penanganan cepat yang dimaksud Bupati Luwu, berupa pembersihan material rumah warga yang porak-poranda, menyiapkan tempat pengungsian sementara, menyiapkan dapur umur, memeriksa kesehatan warga secara berkala, serta menyiapkan anggaran rehab rumah warga yang terdampak bencana, baik rusak berat, sedang dan ringan.
"BPBD, Tagana dan Dinas Sosial, sudah di lokasi dan membantu warga sejak dini hari tadi. Sesuai instruksi Bapak Bupati, kami telah menyerahkan bantuan, selimut, makanan siap saji dan air mineral, serta menyiapkan dapur umum serta tenda pengungsian," kata mantan Kadis Pemuda dan Olahraga (Dispora) ini.
![Puting Beliung Kembali Terjang Bua Luwu, 27 Rumah Warga Rusak]()
Ketua BPD Desa Lengkong, Agurdi, yang juga menjadi korban puting beliung bercerita, awalnya hujan, tidak lama disertai angin kencang . Usbir warga Desa Lengkong, mengatakan hujan deras turun sekira pukul 23.00.
"Memang hujan dulu, kemudian angin kencang. Itu lama, saya merasa rumah saya bergetar. Saya keluar rumah, ada suara gemuruh," katanya.
"Saya perkirakan pukul 00.05, karena pukul 24.00 saya keluar rumah, tidak lama gemuruh, kabel listrik bergoyang. Setelah suara gemuruh berhenti, ada yang kasih kabar,ada rumah warga terkena angin dan pohon listrik rebah," lanjut Usbir.
Baca juga: Rusak Kena Puting Beliung, Musala Tanpa Atap Jadi Satu-Satunya Tempat Ibadah
Warga dan pemerintah setelah kejadian kemudian memeriksa kondisi warga. Ternyata banyak rumah warga yang rusak, bahkan beberapa di antaranya rusak berat dengan kondisi roboh, rata dengan tanah.
Akibat kejadian ini, Pemkab Luwu , menaksir kerugian warga mencapai setengah miliar rupiah. Pemkab Luwu, juga menetapkan 14 hari masa tanggap darurat di Kecamatan Bua.
SINDOnews mencatat, bencana angin puting beliung sudah dua kali menerjang rumah warga di Kecamatan Bua, selama tahun 2022. Sebelumnya, pada 8 Januari 2022, angin puting beliung merusak 53 rumah warga dan sebagian rata dengan tanah.
Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang 2 Kelurahan 1 Desa di Maros, Ratusan Rumah Hancur
Sementara, puting beliung yang terjadi sekira pukul 00.05 Wita, Rabu dini hari tadi, menyebabkan 5 rumah warga rusak berat, 9 rusak sedang dan 13 rusak ringan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Alamsyah, kepada SINDOnews melaporkan, 5 rumah warga yang rusak berat masing-masing milik Susanto, Agurdi, Nawir, Almarhum Rassengan dan rumah milik Taufiq Alimin.
"Kelima rumah yang rusak berat di atas berada di Dusun Karo, Desa Lengkong Kecamatan Bua. Rumah milik Susanto, Agurdi, Ketua BPD Desa Lengkong, Nawir, pensiunan guru, rumah milik Almarhum Rassengan dan rumah milik Taufiq Alimin," sebut Alamsyah.
" Puting beliung yang terjadi semalam juga merusak sejumlah fasilitas umum, atap SDN 479 Lengkong, merusak atap Pustu Desa Lengkong serta merobohkan pohon hingga memutus jaringan listrik di Kecamatan Bua," lanjutnya.
Baca juga: Puting Beliung Hantam Lahat, Ratusan Rumah di 2 Desa Rusak
Dilaporkan Kepala BPBD Luwu, kondisi terkini pukul 14.14 Wita, BPBD beserta sejumlah pihak masih melakukan asesmen dampak bencana.
"Kami juga laporkan, Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang, didampingi BPBD Luwu, Tagana, Dinas Sosial, Perkim, pemerintah Kecamatan Bua dan Desa Lengkong, telah mengunjungi para korban. Bupati memerintahkan penanganan secepatnya," katanya.
Penanganan cepat yang dimaksud Bupati Luwu, berupa pembersihan material rumah warga yang porak-poranda, menyiapkan tempat pengungsian sementara, menyiapkan dapur umur, memeriksa kesehatan warga secara berkala, serta menyiapkan anggaran rehab rumah warga yang terdampak bencana, baik rusak berat, sedang dan ringan.
"BPBD, Tagana dan Dinas Sosial, sudah di lokasi dan membantu warga sejak dini hari tadi. Sesuai instruksi Bapak Bupati, kami telah menyerahkan bantuan, selimut, makanan siap saji dan air mineral, serta menyiapkan dapur umum serta tenda pengungsian," kata mantan Kadis Pemuda dan Olahraga (Dispora) ini.

Ketua BPD Desa Lengkong, Agurdi, yang juga menjadi korban puting beliung bercerita, awalnya hujan, tidak lama disertai angin kencang . Usbir warga Desa Lengkong, mengatakan hujan deras turun sekira pukul 23.00.
"Memang hujan dulu, kemudian angin kencang. Itu lama, saya merasa rumah saya bergetar. Saya keluar rumah, ada suara gemuruh," katanya.
"Saya perkirakan pukul 00.05, karena pukul 24.00 saya keluar rumah, tidak lama gemuruh, kabel listrik bergoyang. Setelah suara gemuruh berhenti, ada yang kasih kabar,ada rumah warga terkena angin dan pohon listrik rebah," lanjut Usbir.
Baca juga: Rusak Kena Puting Beliung, Musala Tanpa Atap Jadi Satu-Satunya Tempat Ibadah
Warga dan pemerintah setelah kejadian kemudian memeriksa kondisi warga. Ternyata banyak rumah warga yang rusak, bahkan beberapa di antaranya rusak berat dengan kondisi roboh, rata dengan tanah.
Akibat kejadian ini, Pemkab Luwu , menaksir kerugian warga mencapai setengah miliar rupiah. Pemkab Luwu, juga menetapkan 14 hari masa tanggap darurat di Kecamatan Bua.
(luq)
Lihat Juga :