7 Ormas Simalungun Protes Konversi Kebun Teh ke Sawit di Sidamanik
Sabtu, 18 Juni 2022 - 07:15 WIB
loading...
7 Ormas Simalungun Protes Konversi Kebun Teh ke Sawit di Sidamanik
A
A
A
SIMALUNGUN - Konversi teh menjadi tanaman kelapa sawit oleh PTPN IV di unit kebun Bah Butong Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun menuai protes keras dan penolakkan dari tujuh organisasi dan lembaga kemasyarakatan Simalungun.
Tujuh organisasi dan lembaga kemasyarakatan adalah Presidium Partuha Maujana Simalungun (PMS ) Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Simalungun (KNPSI ), Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS), Majelis Kebudayaan Simalungun (MKSI ),Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Gemapsi), Bina Daya Sejahtera Simalungun (Bidadesi) dan Gerakan Peduli Simalungun(GPS).
Mereka menyampaikan protes secara tertulis kepada Presiden Joko Widodo, ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri BUMN , Eric Thohir, Dirut Holding PTPN III Abdul Goni dan Direktur PTPN IV Sucipto Prayitno. Baca juga: Larangan Ekspor CPO Sudah Dicabut, Petani Sawit Masih Teriak Soal Harga TBS
Pada surat yang ditandatangani masing-masing pimpinan atau perwakilannya, tertanggal 13 Juni 2022 itu, ketujuh organisasi kemasyarakatan Simalungun menyampaikan alasan penolakan konversi teh ke kelapa sawit.
Sekjen PMS, Lisman Saragih, MH didampingi Ketua DPP KNPSI Jan Wiserdo Saragih, Jumat (17/6/2022) mengatakan, sejak zaman Belanda sampai saat ini, salah satu ikon Simalungun bahkan menjadi lambang daerah adalah komoditi teh Sidamanik yang telah diekspor ke manca negara.
Kemudian konversi teh ke kelapa sawit dikhawatirkan akan merusak lingkungan dan banjir di permukiman warga sekitar perkebunan dan menghancurkan infrastruktur jalan umum. Baca juga: Ekspor CPO Dibuka Lagi, Mendag Janji Harga TBS Sawit Petani di Harga Rp3.000/Kg
Tujuh organisasi dan lembaga kemasyarakatan adalah Presidium Partuha Maujana Simalungun (PMS ) Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Simalungun (KNPSI ), Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS), Majelis Kebudayaan Simalungun (MKSI ),Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Gemapsi), Bina Daya Sejahtera Simalungun (Bidadesi) dan Gerakan Peduli Simalungun(GPS).
Mereka menyampaikan protes secara tertulis kepada Presiden Joko Widodo, ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri BUMN , Eric Thohir, Dirut Holding PTPN III Abdul Goni dan Direktur PTPN IV Sucipto Prayitno. Baca juga: Larangan Ekspor CPO Sudah Dicabut, Petani Sawit Masih Teriak Soal Harga TBS
Pada surat yang ditandatangani masing-masing pimpinan atau perwakilannya, tertanggal 13 Juni 2022 itu, ketujuh organisasi kemasyarakatan Simalungun menyampaikan alasan penolakan konversi teh ke kelapa sawit.
Sekjen PMS, Lisman Saragih, MH didampingi Ketua DPP KNPSI Jan Wiserdo Saragih, Jumat (17/6/2022) mengatakan, sejak zaman Belanda sampai saat ini, salah satu ikon Simalungun bahkan menjadi lambang daerah adalah komoditi teh Sidamanik yang telah diekspor ke manca negara.
Kemudian konversi teh ke kelapa sawit dikhawatirkan akan merusak lingkungan dan banjir di permukiman warga sekitar perkebunan dan menghancurkan infrastruktur jalan umum. Baca juga: Ekspor CPO Dibuka Lagi, Mendag Janji Harga TBS Sawit Petani di Harga Rp3.000/Kg
Lihat Juga :