Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang

Jum'at, 17 Juni 2022 - 22:51 WIB
loading...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Pemerintah akan melakukan menyesuaikan tarif listrik bagi golongan rumah tangga mampu mulai dari 3.500 VA ke atas. Foto ist
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan melakukan menyesuaikan t arif listrik bagi golongan rumah tangga mampu mulai dari 3.500 VA ke atas.Selain sasar rumah tangga mampu, penyesuaian tarif juga berlaku untuk semua pelanggan pemerintah (P1, P2, dan P3).

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KemenESDM) Rida Mulyana menjelask, penetapan golongan R2 dan R3 dari golongan rumah tangga dikenakan tarif adjustment. Sebab, pihaknya menilai, golongan ini mampu.



"Jadi kita fokus untuk 5 golongan yaitu 2 golongan rumah tangga (R2 dan R3) di atas 3.000 VA dan tiga golongan dari pemerintah seperti bisnis besar, industri besar pemerintah dan langganan khsusus. Dari sisi kemampuan daya belinya, kami yakini golongan R2 dan R3 itu masuk golongan mampu," ungkap Rida dalam diskusi daring Forum Merdeka Barat 9 bertema “Kebijakan Tarif Listrik Berkeadilan” pada Jumat (17/6/22).

Untuk golongan di bawah itu, tarif listrik tidak dinaikkan. Akibatnya, pemerintah harus menanggung subsidi dan kompensasi listrik yang lebih besar pada 2022. Tarif baru tersebut akan berlaku mulai Juli 2022. Baca juga: Tarif Listrik Kalangan Atas Naik, Orang Miskin yang Kena Setrumnya

Penyesuaian tarif listrik atau lebih dikenal sebagai tarif adjustment, lanjutnya, merupakan mekanisme yang sudah diatur dalam Permen ESDM No.28 Tahun 2016 jo Permen ESDM No.3 Tahun 2020. Permen ini mengatur tentang penyesuaian tarif
listrik secara otomatis.

Rida menjelaskan, penerapan tarif adjustment dilakukan sesuai mekanisme, yakni setiap 3 bulan apabila terjadi perubahaan. Baik peningkatan maupun penurunan faktor yang bersifat uncontrollable seperti kurs, inflasi, ICP dan harga batubara.

Lanjut Rida, mekanisme penerapan tarif adjustment ditetapkan oleh Direksi PLN setelah mendapatkan persetujuan menteri. Kemudian, PLN wajib mengumumkan pelaksanaan tarif adjustment kepada konsumen sebelum pelaksanaan tarif adjustment tersebut.

Rida menambahkan, penyesuaian tarif listrik ini terjadi karena 4 faktor. Antara lain, disebutkannya, mengacu pada melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar AS, melonjaknya harga minyak dunia yang menembus di atas 100 dollar Amerika per barel dan inflasi serta harga patokan batubara yang terus naik.

"Selain 4 faktor tadi, terutama untuk IPC (Indonesian Crude Price) yang banyak berpengaruh pada Biaya Pokok Penyediaan (BPP) yang menjadi dasar perhitungan tarif adjustment yang berlaku di PLN dan masih banyak lagi faktor lainnya seperti pemulihan Covid-19 dan lain-lain," ungkapnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2817 seconds (11.97#12.26)