Antisipasi Serangan Preman Lokalisasi di Jatinegara, 30 Personel Gabungan Siaga di Posko Penjagaan
Rabu, 15 Juni 2022 - 20:33 WIB
loading...
Polisi membangun posko penjagaan di permukiman warga RW 01, Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, untuk mengantisipasi serangan preman lokalisasi. Foto: MPI/Rizky Syahrial
A
A
A
JAKARTA - Polisi membangun posko penjagaan di permukiman warga RW 01, Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, untuk mengantisipasi serangan preman lokalisasi. Sebanyak 30 petugas gabungan siaga di posko penjagaan itu.
Kapolsek Jatinegara, Kompol Entong Raharja menjelaskan, posko tersebut didirikan pasca adanya penyerangan preman lokalisasi Gunung Antang yang terjadi Minggu (12/6/2022).
"Posko didirikan ini salah satunya untuk melakukan antisipasi agar tidak terulang kembali peristiwa yang sebelumnya terjadi," ujar Raharja kepada wartawan, Rabu (15/6/2022).
Baca juga: Jabat Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Ingin Sikat Habis Premanisme
Raharja menuturkan, posko penjagaan tersebut ditempati petugas gabungan mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Sementara untuk di pagi hari, posisi pos dibiarkan kosong.
"Penjagaan nanti diatur, dilihat situasinya seperti apa. Artinya pukul 20.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB pagi hari itu tidak ada yang kosong, full," katanya.
Ia melanjutkan, personel yang berjaga pada pos tersebut merupakan gabungan dari TNI, Polri, serta Satpol PP sekitar 30 orang.
Kapolsek Jatinegara, Kompol Entong Raharja menjelaskan, posko tersebut didirikan pasca adanya penyerangan preman lokalisasi Gunung Antang yang terjadi Minggu (12/6/2022).
"Posko didirikan ini salah satunya untuk melakukan antisipasi agar tidak terulang kembali peristiwa yang sebelumnya terjadi," ujar Raharja kepada wartawan, Rabu (15/6/2022).
Baca juga: Jabat Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Ingin Sikat Habis Premanisme
Raharja menuturkan, posko penjagaan tersebut ditempati petugas gabungan mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Sementara untuk di pagi hari, posisi pos dibiarkan kosong.
"Penjagaan nanti diatur, dilihat situasinya seperti apa. Artinya pukul 20.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB pagi hari itu tidak ada yang kosong, full," katanya.
Ia melanjutkan, personel yang berjaga pada pos tersebut merupakan gabungan dari TNI, Polri, serta Satpol PP sekitar 30 orang.
Lihat Juga :