Mencoba Bertahan di Masa Sulit, Kisah Pelaku UKM Hadapi Pandemi Covid
Rabu, 24 Juni 2020 - 13:04 WIB
loading...
A
A
A
Seperti yang sudah rutin berjalan, dipasok dan dijual di Kota Bandung hingga ke sentra-sentra wisata di daerah Lembang. Agar konsumen tidak merasa bosan, dirinya terus melakukan inovasi dan mencari kreasi-kreasi baru yang sedang menjadi tren di kalangan generasi milenial. Pasalnya selain untuk digunakan sehari-hari, produknya pun cocok untuk dijadikan souvenir.
Namun dikala usahanya sedang berada di jalur kesuksesan, ujian datang dengan kehadiran pandemi COVID-19. Praktis sebagai usaha kecil rumahan dengan modal pas-pasan, roda perekonomiannya juga terkena dampaknya. Pesanan yang biasanya deras mengalir kini berhenti total. Di sisi lain dia harus tetap mempertahankan usaha dan kehidupan keluarganya dari pandemi.
"Kalau sekarang usaha kerajinan sangat terpukul dengan adanya COVID-19. Harapan saya, semoga ada perhatian dan bantuan pemerintah daerah ataupun pusat, agar usaha kecil seperti ini tidak gulung tikar. Misalnya permodalan atau dana stimulus yang bisa digunakan supaya tetap bertahan," ucapnya yang tetap optimistis usahanya akan semakin berkembang.
Kepala Desa Cijenuk Anggara Sahbudin menilai, keberadaan UKM menjadi salah satu sektor yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Ini dikarenakan multiplier effect-nya sangat banyak, dari mulai penyediaan bahan baku, proses pembuatan, hingga distribusi penjualannya. Tidak heran banyak warga yang terlibat di UKM kerajinan berbahan bambu tersebut.
"Ini adalah sektor produktif yang bisa menyerap pekerja dan mengurangi pengangguran. Sekaligus dapat mengangkat citra nama daerah sehingga bisa dikenal luas, karena produknya jadi ikon dan ciri khas," tuturnya. (Baca: Budidaya Ulat Jerman, Keberhasilan Pemuda asal Majalengka ini Diapresiasi )
Namun dikala usahanya sedang berada di jalur kesuksesan, ujian datang dengan kehadiran pandemi COVID-19. Praktis sebagai usaha kecil rumahan dengan modal pas-pasan, roda perekonomiannya juga terkena dampaknya. Pesanan yang biasanya deras mengalir kini berhenti total. Di sisi lain dia harus tetap mempertahankan usaha dan kehidupan keluarganya dari pandemi.
"Kalau sekarang usaha kerajinan sangat terpukul dengan adanya COVID-19. Harapan saya, semoga ada perhatian dan bantuan pemerintah daerah ataupun pusat, agar usaha kecil seperti ini tidak gulung tikar. Misalnya permodalan atau dana stimulus yang bisa digunakan supaya tetap bertahan," ucapnya yang tetap optimistis usahanya akan semakin berkembang.
Kepala Desa Cijenuk Anggara Sahbudin menilai, keberadaan UKM menjadi salah satu sektor yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Ini dikarenakan multiplier effect-nya sangat banyak, dari mulai penyediaan bahan baku, proses pembuatan, hingga distribusi penjualannya. Tidak heran banyak warga yang terlibat di UKM kerajinan berbahan bambu tersebut.
"Ini adalah sektor produktif yang bisa menyerap pekerja dan mengurangi pengangguran. Sekaligus dapat mengangkat citra nama daerah sehingga bisa dikenal luas, karena produknya jadi ikon dan ciri khas," tuturnya. (Baca: Budidaya Ulat Jerman, Keberhasilan Pemuda asal Majalengka ini Diapresiasi )
Lihat Juga :