Antisipasi Lonjakan Varian BA.4 dan BA.5, Wisma Atlet Siagakan Tower 5
Selasa, 14 Juni 2022 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Budiman meminta masyarakat tidak perlu takut dan panik dengan munculnya sub varian Omicron BA.4 serta BA.5.
”Akan tetapi sebetulnya kita tidak perlu takut ini sudah bisa diprediksi ya, apalagi kalau kita membaca BA.4 dan BA.5 itu sendiri sebetulnya ke salah satu varian omicron yang ternyata tidak signifikan, menimbulkan gejala yang berat tidak, jadi kita tidak perlu takut,”
Sebagai informasi, jumlah pasien yang sedang dalam perawatan di RSDC Wisma Atlet Selasa (14/6) pagi berjumlah 43 orang atau bertambah 8. Sementara itu, kasus aktif Covid-19 di Jakarta berdasar data Senin (13/6) tercatat naik 165 kasus dengan total 2.379 orang terkonfirmasi positif.
Perkembangan varian BA.4 dan BA.5 di Indonesia telah terdeteksi sejak Januari 2022. Menurut Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan, SpP(K) pada hari Minggu (12/6) kemarin, ditemukan empat kasus lokal di Jakarta. Baca juga: Varian Omicron BA.3, Kenali Gejala dan Keparahannya
Dalam paparannya, dr Erlina mengatakan jika dari jumlah kasus yang terdeteksi 8, salah satunya mengalami gejala berat. Diketahui pasien belum melakukan vaksin dosis ketiga atau booster.”Ini satu-satunya (pasien) mengalami gejala lebih berat. Ada batuk, sesak napas, sakit kepala, lemah, mual, muntah, nyeri abdomen,” tutur dr Erlina.
”Akan tetapi sebetulnya kita tidak perlu takut ini sudah bisa diprediksi ya, apalagi kalau kita membaca BA.4 dan BA.5 itu sendiri sebetulnya ke salah satu varian omicron yang ternyata tidak signifikan, menimbulkan gejala yang berat tidak, jadi kita tidak perlu takut,”
Sebagai informasi, jumlah pasien yang sedang dalam perawatan di RSDC Wisma Atlet Selasa (14/6) pagi berjumlah 43 orang atau bertambah 8. Sementara itu, kasus aktif Covid-19 di Jakarta berdasar data Senin (13/6) tercatat naik 165 kasus dengan total 2.379 orang terkonfirmasi positif.
Perkembangan varian BA.4 dan BA.5 di Indonesia telah terdeteksi sejak Januari 2022. Menurut Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan, SpP(K) pada hari Minggu (12/6) kemarin, ditemukan empat kasus lokal di Jakarta. Baca juga: Varian Omicron BA.3, Kenali Gejala dan Keparahannya
Dalam paparannya, dr Erlina mengatakan jika dari jumlah kasus yang terdeteksi 8, salah satunya mengalami gejala berat. Diketahui pasien belum melakukan vaksin dosis ketiga atau booster.”Ini satu-satunya (pasien) mengalami gejala lebih berat. Ada batuk, sesak napas, sakit kepala, lemah, mual, muntah, nyeri abdomen,” tutur dr Erlina.
(ams)
Lihat Juga :