Pindah Partai, Amirullah Nur Doakan Demokrat Sulsel Pertahankan 4 Besar
Sabtu, 11 Juni 2022 - 18:36 WIB
loading...
Ketua DPC Demokrat Kabupaten Maros, Amirullah Nur Saenong. Foto: Istimewa
A
A
A
MAROS - Amirullah Nur Saenong memastikan akan meninggalkan partai Demokrat dalam waktu dekat. Saat ini, Amirullah menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat Kabupaten Maros.
Amirullah pun mendoakan partai segitiga mercy tetap jadi partai besar. Dia mendoakan Demokrat mampu mempertahankan posisi 4 besar di pemilu mendatang.
Baca juga: Target Dongkrak Kursi Demokrat, Kris Siap Maju di Muscab Tana Toraja
"Saudara Ni'matullah jangan komentari kader yang mau pindah, itu hak kader dalam sebuah organisasi. Sekarang itu tugas Ni'matullah mewujudkan visi misinya dalam fit and proper test kemarin," kata Amirullah saat jumpa pers di Tong Hoa Heng, Sabtu (11/6/2022).
"Itu adalah janji politik yang harus diwujudkan kepada kader. Salah satunya menghadirkan sekretariat tetap. masa Demokrat partai besar tapi sekretariat kontrak terus," lanjutnya.
Amirullah Nur mengenang Demokrat pernah berjaya meraih posisi kedua di Sulsel pada 2014 lalu. Saat itu Demokrat Sulsel meraih 11 kursi, hanya kalah dari Golkar yang dipimpin Gubernur Syahrul Yasin Limpo saat itu.
Baca juga: Pengurus Demokrat Sulsel Dilantik, Kalangan Milenial Mendominasi
Pada pemilu 2019, Demokrat turun ke posisi keempat, di bawah Golkar 13 kursi Nasdem 12 kursi dan Gerindra 11 kursi.
"Kita doakan Demokrat Sulsel ke depan minimal mempertahankan posisi 4 besar. Jangan sampai turun ke posisi kelima atau keenam. Itu tugas saudara Ni'matullah. Kita membantu lewat sekarang," katanya.
Amirullah Nur menegaskan, dirinya tergabung dalam barisan 16 Ketua DPC menolak laporan pertanggungjawaban Ni'matullah pada Musda ke-4 di Hotel Four Points By Sheraton Desember 2021 lalu. Untuk itu, Amirullah menegaskan ingin mundur dari Demokrat karena telah menolak laporan pertanggungjawaban Ni'matullah.
Baca juga: Ketua DPC Demokrat Maros Pastikan Tidak Hadiri Pelantikan Ni'matullah
"Presiden BJ Habibie secara kesatria memutuskan tidak mencalonkan diri sebagai calon presiden setelah LPj ditolak. Untuk itu kami secara kesatria ingin mundur dan tidak ingin lagi dipimpin saudara Ni'matullah. Analoginya sama saja saya muntah, saya jilat lagi air liur saya. Iya toh," katanya.
"Jadi saya tidak akan mencalonkan diri lagi, silakan cari pengganti Ketua Demokrat Maros. Apakah mau menunjuk kambing sepotong, orang sepotong jadi ketua, itu haknya saudara Ni'matullah," katanya.
Amirullah pun mendoakan partai segitiga mercy tetap jadi partai besar. Dia mendoakan Demokrat mampu mempertahankan posisi 4 besar di pemilu mendatang.
Baca juga: Target Dongkrak Kursi Demokrat, Kris Siap Maju di Muscab Tana Toraja
"Saudara Ni'matullah jangan komentari kader yang mau pindah, itu hak kader dalam sebuah organisasi. Sekarang itu tugas Ni'matullah mewujudkan visi misinya dalam fit and proper test kemarin," kata Amirullah saat jumpa pers di Tong Hoa Heng, Sabtu (11/6/2022).
"Itu adalah janji politik yang harus diwujudkan kepada kader. Salah satunya menghadirkan sekretariat tetap. masa Demokrat partai besar tapi sekretariat kontrak terus," lanjutnya.
Amirullah Nur mengenang Demokrat pernah berjaya meraih posisi kedua di Sulsel pada 2014 lalu. Saat itu Demokrat Sulsel meraih 11 kursi, hanya kalah dari Golkar yang dipimpin Gubernur Syahrul Yasin Limpo saat itu.
Baca juga: Pengurus Demokrat Sulsel Dilantik, Kalangan Milenial Mendominasi
Pada pemilu 2019, Demokrat turun ke posisi keempat, di bawah Golkar 13 kursi Nasdem 12 kursi dan Gerindra 11 kursi.
"Kita doakan Demokrat Sulsel ke depan minimal mempertahankan posisi 4 besar. Jangan sampai turun ke posisi kelima atau keenam. Itu tugas saudara Ni'matullah. Kita membantu lewat sekarang," katanya.
Amirullah Nur menegaskan, dirinya tergabung dalam barisan 16 Ketua DPC menolak laporan pertanggungjawaban Ni'matullah pada Musda ke-4 di Hotel Four Points By Sheraton Desember 2021 lalu. Untuk itu, Amirullah menegaskan ingin mundur dari Demokrat karena telah menolak laporan pertanggungjawaban Ni'matullah.
Baca juga: Ketua DPC Demokrat Maros Pastikan Tidak Hadiri Pelantikan Ni'matullah
"Presiden BJ Habibie secara kesatria memutuskan tidak mencalonkan diri sebagai calon presiden setelah LPj ditolak. Untuk itu kami secara kesatria ingin mundur dan tidak ingin lagi dipimpin saudara Ni'matullah. Analoginya sama saja saya muntah, saya jilat lagi air liur saya. Iya toh," katanya.
"Jadi saya tidak akan mencalonkan diri lagi, silakan cari pengganti Ketua Demokrat Maros. Apakah mau menunjuk kambing sepotong, orang sepotong jadi ketua, itu haknya saudara Ni'matullah," katanya.
(luq)
Lihat Juga :