Duta Petani Milenial Kembangkan Pemasaran Sayuran Online dan Berbasis Ekspor
Sabtu, 25 April 2020 - 22:12 WIB
loading...
Duta Petani Milenial Iip Irpan (34) merintis usaha sejak 2009 dan memiliki usaha tani beromzet Rp50 juta/bulan, sedang mengembangkan pemasaran sayuran online serta pasar ekspor. Foto/Dok/Humas BBPP Lembang
A
A
A
TASIKMALAYA - Di tengah pandemi COVID-19, Duta Petani Milenial (DPM) asal Kabupaten Tasikmalaya, Iip Irpan (34) tidak pantang menyerah. Berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya dan Serikat Ekonomi Pesantren Kabupaten Tasikmalaya, Iip menangani hasil panen petani dan mengemasnya menjadi sayuran modifikasi dan dijual ke masyarakat secara online dengan brand “Hoyong Deui” dan “Salawasna Shop”.
Iip Irpan adalah penggerak petani ngaji, agami, dan tani dengan paham torekat sayuriyah. Dengan ide kreatifnya, hasil panen sayuran para petani dikemasnya lalu disuplai ke 500 warung UKM, 9 mini market, dan 25 perumahan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Dirinya menargetkan ingin meluaskan jaringan kemitraan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pemasarannnya.
"Saya ingin ke depan merambah ke pasar ekspor. Satu petani satu produk, dengan sistem satu pintu pemasaran komoditas berbasis ekspor," kata Ketua P4S Tazmahal Farm Okiagaru yang merupakan binaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Sabtu (25/4/2020). (Baca juga; Penyuluh-Petani Dukung Program Kostratani untuk Kekuatan Pangan Nasional )
Duta Petani Milenial asal Kabupaten Tasikmalaya, yang telah dikukuhkan oleh Menteri Pertanian beberapa waktu lalu bersama 66 petani dan penyuluh lainnya ini, mengawali usaha taninya sejak 2009. Saat itu dirinya membudidayakan padi organik sistem SRI. Di tahun 2011 merambah usaha tani ke hortikultura dengan komoditas, cabai, Buncis Kenya, jahe, mentimun, sayuran daun dan melon. Lalu di 2016 hingga kini mengembangkan pertanian terpadu yang memadukan sektor hortikultura, peternakan, dan perikanan.
“Manfaat pertanian terpadu adalah limbah dari hortikultura yang bisa dimanfaatkan untuk diberikan ke ternak dan ikan. Sementara limbah ternak dikembalikan ke ikan dan hortikultura," terang Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan ini. (Baca juga; Agar Usaha Mikro Tak Mati, Bansos Pemprov Jabar Diusulkan Total Tunai )
Iip Irpan adalah penggerak petani ngaji, agami, dan tani dengan paham torekat sayuriyah. Dengan ide kreatifnya, hasil panen sayuran para petani dikemasnya lalu disuplai ke 500 warung UKM, 9 mini market, dan 25 perumahan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Dirinya menargetkan ingin meluaskan jaringan kemitraan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pemasarannnya.
"Saya ingin ke depan merambah ke pasar ekspor. Satu petani satu produk, dengan sistem satu pintu pemasaran komoditas berbasis ekspor," kata Ketua P4S Tazmahal Farm Okiagaru yang merupakan binaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Sabtu (25/4/2020). (Baca juga; Penyuluh-Petani Dukung Program Kostratani untuk Kekuatan Pangan Nasional )
Duta Petani Milenial asal Kabupaten Tasikmalaya, yang telah dikukuhkan oleh Menteri Pertanian beberapa waktu lalu bersama 66 petani dan penyuluh lainnya ini, mengawali usaha taninya sejak 2009. Saat itu dirinya membudidayakan padi organik sistem SRI. Di tahun 2011 merambah usaha tani ke hortikultura dengan komoditas, cabai, Buncis Kenya, jahe, mentimun, sayuran daun dan melon. Lalu di 2016 hingga kini mengembangkan pertanian terpadu yang memadukan sektor hortikultura, peternakan, dan perikanan.
“Manfaat pertanian terpadu adalah limbah dari hortikultura yang bisa dimanfaatkan untuk diberikan ke ternak dan ikan. Sementara limbah ternak dikembalikan ke ikan dan hortikultura," terang Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan ini. (Baca juga; Agar Usaha Mikro Tak Mati, Bansos Pemprov Jabar Diusulkan Total Tunai )
Lihat Juga :