Kisah Ra Kuti, Dharmaputra Pengusir Raja Majapahit yang Mati sebagai Pemberontak
Jum'at, 10 Juni 2022 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari kelima, Gajah Mada meminta izin kepada Prabu Jayanegara untuk memantau perkembangan Ibu Kota Majapahit. Setiba di Majapahit, Gajah Mada menemui para menteri dan prajurit. Para menteri dan prajurit bertanya tentang keselamatan Prabu Jayanegara.
Awalnya, Gajah Mada berbohong. Dia mengatakan Sang Prabu Jayanegara telah tewas dibunuh kawan-kawan Ra Kuti. Mendengar hal itu, para menteri dan prajurit terlihat sangat berduka cita. Melihat reaksi para menteri dan prajurit, Gajah Mada merasakan ada darah kesetiaan yang mengalir pada para menteri tersebut. Karena itu, Gajah Mada menceritakan hal sebenarnya bahwa Sang Prabu Jayanegara masih sehat dan segar bugar.
Baca juga: Mitos Situ Patenggang, Kisah Cinta Abadi Raden Kian Santang dengan Dewi Rengganis
Gajah Mada lalu meminta perlindungan kepada para menteri itu untuk menumpas Ra Kuti dan bawahannya. Tidak berapa lama, Ra Kuti dan pasukannya berhasil disingkirkan oleh pasukan Bhayangkara dan para prajurit Majapahit yang setia di bawah pimpinan Gajah Mada. Ra Kuti tewas, Majapahit bisa dikuasai lagi. Setelah Majapahit aman, Prabu Jayanegara pun diboyong kembali ke Istana.
Namun sebelum pemberontakan Ra Kuti pecah, Ra Semi terlebih dahulu memberontak, dia ikut dalam rombongan pelayat dari Majapahit ke Lumajang atas meninggalnya ayah Patih Nambi yang bernama Pranaraja.
Kemudian terjadi peristiwa tragis di mana Nambi difitnah melakukan pemberontakan oleh seorang tokoh licik bernama Mahapati. Raja Majapahit saat itu adalah Jayanegara putra Raden Wijaya. Karena terlanjur percaya kepada hasutan Mahapati, ia pun mengirim pasukan untuk menghukum Nambi.
Saat pasukan Majapahit datang menyerang, Ra Semi masih berada di Lumajang bersama anggota rombongan lainnya. Mau tidak mau ia pun bergabung membela Nambi. Akhirnya, Nambi dikisahkan terbunuh beserta seluruh pendukungnya, termasuk Ra Semi yang tewas di bawah pohon kapuk.
Setelah Ra Semi giliran Ra Kuti yang memberontak dan berhasil mengusir Prabu Jayanegara keluar istana. Setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti tahun 1319, saat itu tersisa satu anggota Dharmaputra yang masih hidup yakni Ra Tanca.
Awalnya, Gajah Mada berbohong. Dia mengatakan Sang Prabu Jayanegara telah tewas dibunuh kawan-kawan Ra Kuti. Mendengar hal itu, para menteri dan prajurit terlihat sangat berduka cita. Melihat reaksi para menteri dan prajurit, Gajah Mada merasakan ada darah kesetiaan yang mengalir pada para menteri tersebut. Karena itu, Gajah Mada menceritakan hal sebenarnya bahwa Sang Prabu Jayanegara masih sehat dan segar bugar.
Baca juga: Mitos Situ Patenggang, Kisah Cinta Abadi Raden Kian Santang dengan Dewi Rengganis
Gajah Mada lalu meminta perlindungan kepada para menteri itu untuk menumpas Ra Kuti dan bawahannya. Tidak berapa lama, Ra Kuti dan pasukannya berhasil disingkirkan oleh pasukan Bhayangkara dan para prajurit Majapahit yang setia di bawah pimpinan Gajah Mada. Ra Kuti tewas, Majapahit bisa dikuasai lagi. Setelah Majapahit aman, Prabu Jayanegara pun diboyong kembali ke Istana.
Namun sebelum pemberontakan Ra Kuti pecah, Ra Semi terlebih dahulu memberontak, dia ikut dalam rombongan pelayat dari Majapahit ke Lumajang atas meninggalnya ayah Patih Nambi yang bernama Pranaraja.
Kemudian terjadi peristiwa tragis di mana Nambi difitnah melakukan pemberontakan oleh seorang tokoh licik bernama Mahapati. Raja Majapahit saat itu adalah Jayanegara putra Raden Wijaya. Karena terlanjur percaya kepada hasutan Mahapati, ia pun mengirim pasukan untuk menghukum Nambi.
Saat pasukan Majapahit datang menyerang, Ra Semi masih berada di Lumajang bersama anggota rombongan lainnya. Mau tidak mau ia pun bergabung membela Nambi. Akhirnya, Nambi dikisahkan terbunuh beserta seluruh pendukungnya, termasuk Ra Semi yang tewas di bawah pohon kapuk.
Setelah Ra Semi giliran Ra Kuti yang memberontak dan berhasil mengusir Prabu Jayanegara keluar istana. Setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti tahun 1319, saat itu tersisa satu anggota Dharmaputra yang masih hidup yakni Ra Tanca.
Lihat Juga :