80 Persen Sampah Plastik Laut Bersumber dari Daratan
Kamis, 09 Juni 2022 - 11:54 WIB
loading...
Sekitar 80 persen sampah plastik yang dibuang ke laut berasal dari daratan. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekitar 80 persen sampah plastik yang dibuang ke laut berasal dari daratan. Karena itu, diperlukan solusi mengatasi sampah laut dengan memanfaatkan peluang ekonomi sirkular.
Executive Committee Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) yang juga Presiden Direktur PT Solusi Bangun Indonesia Lilik Unggul Raharjo membenarkan 80 persen kebocoran sampah plastik ke laut berasal dari daratan.
Baca juga: Perangi Sampah Laut, KKP Matangkan BCL Sebagai Gerakan Nasional
"IBCSD berharap sektor bisnis dapat mendukung pendekatan berbasis HAM dan kesetaraan gender untuk membantu transformasi bisnis plastik dan kemasan yang bertanggung jawab di seluruh rantai nilai dengan menghormati HAM melalui training ini. Sebab, lingkungan bersih, sehat dan berkelanjutan adalah bagian dari HAM,” ujar Lilik, Rabu (8/6/2022).
IBCSD didukung SEA Circular-inisatif UN Environment Program (UNEP) dan Badan Koordinasi di Laut Asia Timur (COBSEA) menggelar diskusi dan pelatihan bertajuk “Mengadopsi Pendekatan Berbasis Hak Asasi Manusia ke dalam Rantai Nilai Plastik”.
Inisiatif yang didanai pemerintah Swedia ini bertujuan menginspirasi solusi berbasis pasar dan mendukung target Indonesia dalam mengurangi sampah plastik laut.
Executive Committee Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) yang juga Presiden Direktur PT Solusi Bangun Indonesia Lilik Unggul Raharjo membenarkan 80 persen kebocoran sampah plastik ke laut berasal dari daratan.
Baca juga: Perangi Sampah Laut, KKP Matangkan BCL Sebagai Gerakan Nasional
"IBCSD berharap sektor bisnis dapat mendukung pendekatan berbasis HAM dan kesetaraan gender untuk membantu transformasi bisnis plastik dan kemasan yang bertanggung jawab di seluruh rantai nilai dengan menghormati HAM melalui training ini. Sebab, lingkungan bersih, sehat dan berkelanjutan adalah bagian dari HAM,” ujar Lilik, Rabu (8/6/2022).
IBCSD didukung SEA Circular-inisatif UN Environment Program (UNEP) dan Badan Koordinasi di Laut Asia Timur (COBSEA) menggelar diskusi dan pelatihan bertajuk “Mengadopsi Pendekatan Berbasis Hak Asasi Manusia ke dalam Rantai Nilai Plastik”.
Inisiatif yang didanai pemerintah Swedia ini bertujuan menginspirasi solusi berbasis pasar dan mendukung target Indonesia dalam mengurangi sampah plastik laut.
Lihat Juga :