Tetap Waspada! Sampai Mei Sudah 216 Kebakaran Terjadi di Surabaya
Rabu, 08 Juni 2022 - 10:54 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, DPKP Kota Surabaya turut melibatkan para Kader Surabaya Hebat untuk ikut melakukan mitigasi dan penanganan kejadian kebakaran, khususnya pada tiga menit pertama. Sebab, peran masyarakat sangat diperhitungkan ketika terjadi bencana kebakaran di perkampungan atau pemukiman penduduk.
Yakni pada proses pencegahan kejadian kebakaran dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di lingkungan pemukiman. Seperti cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), penempatan tabung LPG, hingga standar penggunaan barang elektronik. Dengan harapan angka kejadian kebakaran di Kota Surabaya bisa terus menurun.
“Selain memberikan pembekalan, kami juga memberikan panduan saat mereka melakukan mitigasi di rumah warga. Sebab, response time DPKP Kota Surabaya untuk sampai di lokasi kebakaran adalah 7 menit, meskipun sesuai Inmendagri adalah 15 menit. Tetapi Kota Surabaya memiliki respon tercepat di Indonesia,” ungkap dia.
Menurutnya, ketika DPKP Kota Surabaya sampai di lokasi kejadian kebakaran, warga telah berhasil memadamkan api terlebih dahulu. Maka, tanggap bencana kebakaran yang dilakukan masyarakat mampu mengurangi volume api di lokasi kejadian. Baca juga: Kompor Meledak, Wajah Emak-emak di Tomang Alami Luka Bakar
“Hal ini sesuai dengan tagline kami, yakni ‘Juru Padam yang Sebenarnya Adalah Warga’ dan semakin banyak warga yang paham, peduli, dan respon cepat menghubungi command center 112, maka akan semakin menekan penyebaran api,” ujar dia.
Meski demikian, ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-berhati. Seperti memperhatikan lokasi service kendaraan untuk menghindari terjadinya konsleting kabel, yang bisa saja diakibatkan oleh gigitan tikus, dan memperhatikan tanggal kadaluarsa kabel pada instalasi listrik. “Sehingga ada periodik kapan kabel itu harus diganti,” kata dia.
Yakni pada proses pencegahan kejadian kebakaran dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di lingkungan pemukiman. Seperti cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), penempatan tabung LPG, hingga standar penggunaan barang elektronik. Dengan harapan angka kejadian kebakaran di Kota Surabaya bisa terus menurun.
“Selain memberikan pembekalan, kami juga memberikan panduan saat mereka melakukan mitigasi di rumah warga. Sebab, response time DPKP Kota Surabaya untuk sampai di lokasi kebakaran adalah 7 menit, meskipun sesuai Inmendagri adalah 15 menit. Tetapi Kota Surabaya memiliki respon tercepat di Indonesia,” ungkap dia.
Menurutnya, ketika DPKP Kota Surabaya sampai di lokasi kejadian kebakaran, warga telah berhasil memadamkan api terlebih dahulu. Maka, tanggap bencana kebakaran yang dilakukan masyarakat mampu mengurangi volume api di lokasi kejadian. Baca juga: Kompor Meledak, Wajah Emak-emak di Tomang Alami Luka Bakar
“Hal ini sesuai dengan tagline kami, yakni ‘Juru Padam yang Sebenarnya Adalah Warga’ dan semakin banyak warga yang paham, peduli, dan respon cepat menghubungi command center 112, maka akan semakin menekan penyebaran api,” ujar dia.
Meski demikian, ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-berhati. Seperti memperhatikan lokasi service kendaraan untuk menghindari terjadinya konsleting kabel, yang bisa saja diakibatkan oleh gigitan tikus, dan memperhatikan tanggal kadaluarsa kabel pada instalasi listrik. “Sehingga ada periodik kapan kabel itu harus diganti,” kata dia.
Lihat Juga :