Penuhi Nazar Mantan Wali Kota Ditangkap KPK, Aktivis Jogja Ora Didol Cukur Gundul

Sabtu, 04 Juni 2022 - 13:36 WIB
loading...
Penuhi Nazar Mantan...
Aktivis Jogja Ora Didol cukur botak. Foto: Erfan/SINDOnews
A A A
JOGJAKARTA - Penggagas slogan Jogja Ora Didol (Jogja Tidak Dijual) menggelar aksi cukur gundul, di halaman Balai Kota Jogja. Aksi cukur gundul itu dilakukan sejumlah aktivis. Satu persatu mereka bergiliran memotong rambut.

Dodok mengatakan, aksi cukur gundul tersebut sebagai bentuk rasa syukur mereka, karena mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti ditangkap dan dijadikan tersangka kasus suap perizinan oleh KPK.

" Saya akan cukur gundul jika Haryadi Suyuti ditangkap/ditahan KPK RI atas kasus korupsi dalam proyek pembangunan hotel/apartemen! Hari ini, nazar itu saya ditunaikan," kata dia, Sabtu (4/6/2022).

Baca juga: Buron 7 Tahun, Mantan Kadis Pertambangan dan Energi Raja Ampat Ditangkap di Jogja

Menurutnya, sudah sepantasnya Haryadi Suyuti berurusan dengan lembaga anti rasuah. Pasalnya, sepak terjang Haryadi Suyuti selama menjabat wali kota memicu keprihatinan atas kondisi lingkungan dan masyarakat Jogjakarta.

Salah satu yang sangat dirasakan adalah periode tahun 2012 hingga 2019 lalu. Di mana pemberian izin hotel sangat masif terjadi. Dan dampaknya, sangat dirasakan oleh warga Kota Yogyakarta saat ini.

Di antaranya adalah air sumur yang surut akibat air tanah tersedot oleh hotel-hotel yang masif berdiri. Bahkan, pada 2014, warga Kampung Miliran ini melakukan aksi mandi pasir.

Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk protes atas menghilangnya air sumur warga akibat penyedotan air tanah oleh Fave Hotel Kusumanegara.

Baca: OTT KPK Mantan Wali Kota Yogyakarta, 9 Orang Diamankan

"Dalam perkembangannya, terungkap bahwa tidak sedikit usaha perhotelan di Yogyakarta yang tanpa izin menggunakan air tanah, tetapi tidak pernah mendapatkan sanksi dari pemerintah kota," papar dia.

Namun, laju pembangunan Yogyakarta justru makin tidak terkendali. Proyek pembangunan hotel terus menyeruak di sejumlah kampung kota, menggusur warga, menyedot air tanah, hingga melahirkan konflik horisontal.

Walaupun kemudian terbit Perwal Yogyakarta Nomor 77 Tahun 2013 tentang Pengendalian Pembangunan Hotel, tetapi ternyata belakangan terungkap bahwa pada akhir 2013 telah masuk 104 aplikasi perizinan hotel.

Di tahun-tahun selanjutnya, walaupun ada moratorium untuk aplikasi baru, laju pembangunan 104 hotel bertahap mendapatkan lampu hijau. "Indikasi suap dalam perizinan hotel mulai tercium pada tahap ini," tambahnya.

Baca: Mantan Wali Kota Yogyakarta Hery Zudianto Positif COVID-19

Ketika upaya-upaya legal formal tidak kunjung memberikan hasil yang diharapkan, disadari perlu ada dorongan doa dan usaha dalam wujud yang lain. Pada Februari 2016, Dodok Jogja telah mencoba untuk melakukan aksi protes.

Lelaki ini melakukan ritual mandi air kembang tujuh rupa dari tujuh sumur, di depan Kompleks Balai Kota Yogyakarta.

Dan pada Mei 2018, sejumlah mahasiswa melakukan ruwatan untuk bumi Yogyakarta, dengan menarikan Bedhaya Banyu neng Segara oleh para penari dari Pendapa SangArt.

Pada Januari 2019, Dodok Jogja kembali melakukan ritual menyemburkan kencing ke papan nama Kantor Wali Kota Yogyakarta dengan maksud menolak aura jahat dan negatif yang terus melingkupi Yogyakarta.

Baca: KPK Tahan Paksa Mantan Wali Kota Banjar Herman Sutrisno

"Pandemi Covid-19 pada 2020-2022 mungkin sedikit mengistirahatkan Yogyakarta dari proyek-proyek pembangunan hotel/apartemen. Namun, kabar baik muncul ketika wabah mulai sirna, lengsernya Haryadi Suyuti dari jabatan Wali Kota Yogyakarta, pada 22 Mei 2022 dan OTT serta penahanannya oleh KPK RI pada 2-3 Juni 2022," paparnya.

Memang, kerusakan sudah terlanjur terjadi. Penggusuran sudah berlangsung. Hotel dan apartemen sudah berdiri. Tetapi, dia berharap satu kasus tersebut akan menjadi cermin atas akuntabilitas seluruh proses perizinan hotel/apartemen oleh Pemerintah Kota Yogyakarta di tahun-tahun sebelumnya.

"Pengungkapan kasus-kasus lain harus terus diupayakan. Oleh karena itu, sebagai warga yang berdaya, upaya untuk mengawal kebijakan pembangunan dan penegakan hukum harus terus dilakukan," bebernya.
(san)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Kolaborasi Akademisi...
Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan
Polisi Tampilkan Foto...
Polisi Tampilkan Foto Terduga Eksekutor Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Ungkap Kondisi Andrie...
Ungkap Kondisi Andrie Yunus, Koordinator KontraS: Mata Utuh, tapi Dikhawatirkan Tak Berfungsi 100 Persen
Polisi Sita Helm Pelaku...
Polisi Sita Helm Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
LPSK Beri Perlindungan...
LPSK Beri Perlindungan Darurat ke Aktivis KontraS Andrie Yunus
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Rekomendasi
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Kasus Penyekapan di...
Kasus Penyekapan di Bandung, Pakar IPB Jelaskan Coercive Control dan Dampaknya pada Korban
Ramalan Nyeleneh Dukun...
Ramalan Nyeleneh Dukun Ghana Viral: Argentina Tersingkir, Portugal Juara Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved