Kisah Wisnuwardhana, Bapak Raja-raja Majapahit yang Kalah Pamor

Jum'at, 03 Juni 2022 - 06:05 WIB
loading...
Kisah Wisnuwardhana,...
Wisnuwardhana bernama asli Seminingrat adalah raja Kerajaan Tumapel yang kemudian terkenal dengan nama Kerajaan Singasari. Foto: Istimewa
A A A
Wisnuwardhana bernama asli Seminingrat, adalah raja Kerajaan Tumapel yang kemudian terkenal dengan nama Kerajaan Singasari . Dia memerintah pada tahun 1248 - 1268 dan bergelar Sri Jayawisnuwarddhana Sang Mapanji Seminingrat Sri Sakala Kalana Kulama Dhumardana Kamaleksana.

Namun dalam sejarah kuno kerajaan, Wisnuwardhana tidak begitu dikenal, tidak seperti Raden Wijaya dikenal sebagai pendiri Majapahit, Hayam Wuruk adalah raja yang membawa Majapahit pada puncak kejayaan, Gajah Mada yang begitu dikenal gagah berani hingga mampu menyatukan sebagian besar kerajaan di Nusantara.

Baca juga: Asal Usul Nama Ken Arok, Raja Pertama Kerajaan Singasari

Namun siapa sangka, Wisnuwardhana adalah leluhur raja-raja Majapahit dan Singasari. Meski ada dua versi yang menceritakan tentang garis darah dan sepak terjang Wisnuwardhana, yakni Kitab Pararaton dan Negarakertagama. Namun dua kitab ini menyebutkan bahwa Wisnuwardhana adalah putra dari Anusapati.

Dalam Pararaton dikisahkan, Anusapati adalah putra Tunggul Ametung yang mati dibunuh Ken Arok dengan Ken Dedes. Setelah dewasa, Anusapati yang memang ingin membalaskan dendam ayahnya, mengotaki pembunuhan Ken Arok pada 1247.

Anusapati kemudian bertakhta di Tumapel. Namun, pada 1249, Anusapati mati di tangan Tohjaya. Kitab Pararaton menyebutkan bahwa Tohjaya adalah anak Ken Arok dari istri selirnya yang bernama Ken Umang.

Pararaton selanjutnya mengungkapkan, Anusapati memiliki putra bernama Ranggawuni atau yang nantinya dikenal sebagai Wisnuwardhana. Sementara itu, Tohjaya dinobatkan sebagai raja setelah Anusapati tewas.

Wisnuwardhana mendapat dukungan dari kalangan istana untuk memberontak terhadap Tohjaya pada 1250. Tohjaya terluka parah dalam pertempuran dan akhirnya mati. Wisnuwardhana pun naik takhta sebagai pemimpin baru Tumapel.

Baca juga: Kisah Asmara Raden Wijaya, Persunting Putri Melayu dan Nikahi 4 Anak Kertanegara

Di sisi lain, Negarakertagama juga mengakui nama Anusapati. Namun, berbeda dengan Pararaton, Anusapati versi Negarakertagama adalah putra dari Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra, penguasa Tumapel.

Dalam versi Pararaton, posisi Ranggah Rajasa barangkali diwujudkan pada sosok Tunggul Ametung atau Ken Arok karena Negarakertagama tidak pernah menyebut dua nama yang pernah memimpin Tumapel ini.

Menariknya, Ken Arok versi Pararaton juga memakai Rajasa dalam gelarnya sebagai raja. Ada kemiripan dengan nama penguasa Tumapel versi Negarakertagama, yakni Ranggah Rajasa.

Anusapati, menurut Negarakertagama, naik takhta pada 1227 menggantikan Ranggah Rajasa. Anusapati wafat pada 1248 dan digantikan oleh anaknya yang bernama Wisnuwardhana.Tahun 1254, Wisnuwardhana mengangkat putranya, Kertanegara, sebagai putra mahkota. Kertanegara inilah yang kelak menurunkan raja-raja Jawa, termasuk Majapahit dan seterusnya.

Baca juga: Kisah Bondan Kejawan, Putra Prabu Brawijaya yang Lahir Demi Menyembuhkan Penyakit Raja

Pada tahun yang sama, Wisnuwardhana juga mengganti nama Kutaraja, ibu kota Tumapel, menjadi Singasari, diperkirakan berlokasi di sekitar Malang. Nama Singasari pada akhirnya justru lebih dikenal ketimbang Tumapel.

Wisnuwardhana memerintah antara tahun 1248-1268. Dia merupakan satu-satunya raja Singasari yang meninggal secara wajar. Abunya ditempatkan di Waleri dalam perwujudannya sebagai Siwa dan Jajaghu (Candi Jago) sebagai Budha Amughapasa. (Sumber: Okezone).
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
3 Potret Karya Ivan...
3 Potret Karya Ivan Gunawan di New York Fashion Week 2023, Terinspirasi Kerajaan Majapahit
Rekomendasi
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved