Dilema Tenaga Kesehatan di Tengah Pandemi
Sabtu, 25 April 2020 - 21:01 WIB
loading...
Ali Mundakir. Foto/Ist
A
A
A
Oleh: Mundakir
Hampir dua bulan terakhir sejak Presiden mengumunkan adanya pasien yang terinfeksi COVID-19 di Indonesia, setiap hari kita mendapatkan informasi dari juru bicara pemerintah tentang jumlah pasien terinfeksi yang terus meningkat. Berbagai macam masalah terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah pasien tersebut.
Mulai dari masalah ekonomi, pekerjaan, atau masalah sosial lainnya, dan tentu masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang paling besar terletak pada penyebaran COVID-19 yang sulit dikendalikan mengingat sifat dan karakteristik virusnya.
Penyebaran virus tersebut diprediksi akan terus terjadi bila masih ada interaksi antara orang yang terinfeksi dengan orang lain. Tak terkecuali interaksi antara pasien dengan petugas kesehatan.
Sebenarnya sangat tepat bila ada pasien mendatangi tenaga kesehatan untuk mencari pertolongan atas masalah kesehatan yang dialami.
Namun akan menjadi persoalan apabila individu yang datang ke tempat layanan kesehatan sudah terinfeksi COVID-19, tapi pada saat dilakukan assasment oleh dokter atau perawat tidak ditemukan adanya gejala COVID-19 dan pasien tidak memberikan informasi secara lengkap dan detail tentang riwayat penyakitnya.
Bahkan di beberapa rumah sakit dan klinik, pasien sengaja menutupi kejadian yang sebenarnya, sehingga pasien diperlakukan seperti pasien biasa dan tenaga medis yang melayani tidak menggunakan APD yang sesuai.
Kejujuran Pasien
Hampir dua bulan terakhir sejak Presiden mengumunkan adanya pasien yang terinfeksi COVID-19 di Indonesia, setiap hari kita mendapatkan informasi dari juru bicara pemerintah tentang jumlah pasien terinfeksi yang terus meningkat. Berbagai macam masalah terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah pasien tersebut.
Mulai dari masalah ekonomi, pekerjaan, atau masalah sosial lainnya, dan tentu masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang paling besar terletak pada penyebaran COVID-19 yang sulit dikendalikan mengingat sifat dan karakteristik virusnya.
Penyebaran virus tersebut diprediksi akan terus terjadi bila masih ada interaksi antara orang yang terinfeksi dengan orang lain. Tak terkecuali interaksi antara pasien dengan petugas kesehatan.
Sebenarnya sangat tepat bila ada pasien mendatangi tenaga kesehatan untuk mencari pertolongan atas masalah kesehatan yang dialami.
Namun akan menjadi persoalan apabila individu yang datang ke tempat layanan kesehatan sudah terinfeksi COVID-19, tapi pada saat dilakukan assasment oleh dokter atau perawat tidak ditemukan adanya gejala COVID-19 dan pasien tidak memberikan informasi secara lengkap dan detail tentang riwayat penyakitnya.
Bahkan di beberapa rumah sakit dan klinik, pasien sengaja menutupi kejadian yang sebenarnya, sehingga pasien diperlakukan seperti pasien biasa dan tenaga medis yang melayani tidak menggunakan APD yang sesuai.
Kejujuran Pasien
Lihat Juga :