Perbedaan Kondisi KRL Dulu dan Sekarang
Sabtu, 28 Mei 2022 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
KRL dulu selain disesaki penumpang, juga ramai keberadaan pedagang yang menjual ragam barang, pengamen, hingga pengemis. Namun kini KRL bebas dari pedagang, pengamen, dan pengemis. Bahkan pengguna juga bisa baik ke atas gerbong. Gerbong KRL saat ini sudah dijaga oleh petugas keamanan khusus dan petugas kebersihan yang mobile membersihkan gerbong.
Sebelum era Commuter Line, KRL Jabodetabek melayani 3 tiga jenis kelas, yakni kelas ekonomi, ekonomi AC, dan Ekspress Pakuan. Namun, sejak 2 Juli 2011, KRL Commuter Jabodetabek menerapkan kebijakan baru, yaitu menggabungkan antara kelas ekspress AC yang semula hanya berhenti pada stasiun-stasiun tertentu dan beroperasi pada jam-jam tertentu dengan kelas ekonomi AC.
![Perbedaan Kondisi KRL Dulu dan Sekarang]()
Kelas ekonomi AC berhenti di semua stasiun kereta api dan beroperasi sepanjang hari. Sedangkan untuk kelas ekonomi secara perlahan dihapuskan. Sistem baru yang disebut Commuter Line Single Operation beroperasi secara terus menerus dan berhenti pada semua stasiun kereta api, kecuali Stasiun Gambir.
Sejak diterapkannya kebijakan Commuter Line Single Operation pada tahun 2011, perlahan dilakukan sejumlah kebijakan perbaikan pelayanan. Kebijakan itu di antaranya penerapan kebijakan electronic ticket dan tarif progresif serta revitalisasi kondisi di stasiun-stasiun kereta api. Hal ini bertujuan agar pengguna lebih teratur dan tertib.
![Perbedaan Kondisi KRL Dulu dan Sekarang]()
Penggunaan electronic ticket (tiket elektronik) lebih memudahkan pengguna jasa Commuter Line karena tidak perlu antri di loket membeli tiket seperti sebelumnya. Sebab elektronic ticket dapat dilakukan isi ulang dan dapat digunakan di seluruh stasiun Commuter Line atau multi trip.
Sebelum era Commuter Line, KRL Jabodetabek melayani 3 tiga jenis kelas, yakni kelas ekonomi, ekonomi AC, dan Ekspress Pakuan. Namun, sejak 2 Juli 2011, KRL Commuter Jabodetabek menerapkan kebijakan baru, yaitu menggabungkan antara kelas ekspress AC yang semula hanya berhenti pada stasiun-stasiun tertentu dan beroperasi pada jam-jam tertentu dengan kelas ekonomi AC.

Kelas ekonomi AC berhenti di semua stasiun kereta api dan beroperasi sepanjang hari. Sedangkan untuk kelas ekonomi secara perlahan dihapuskan. Sistem baru yang disebut Commuter Line Single Operation beroperasi secara terus menerus dan berhenti pada semua stasiun kereta api, kecuali Stasiun Gambir.
Sejak diterapkannya kebijakan Commuter Line Single Operation pada tahun 2011, perlahan dilakukan sejumlah kebijakan perbaikan pelayanan. Kebijakan itu di antaranya penerapan kebijakan electronic ticket dan tarif progresif serta revitalisasi kondisi di stasiun-stasiun kereta api. Hal ini bertujuan agar pengguna lebih teratur dan tertib.
Penggunaan electronic ticket (tiket elektronik) lebih memudahkan pengguna jasa Commuter Line karena tidak perlu antri di loket membeli tiket seperti sebelumnya. Sebab elektronic ticket dapat dilakukan isi ulang dan dapat digunakan di seluruh stasiun Commuter Line atau multi trip.
Lihat Juga :