Gunakan Teknologi Rudal Balistik, Peluncuran Satelit Iran Dikecam

Sabtu, 25 April 2020 - 15:55 WIB
loading...
Gunakan Teknologi Rudal...
Ilustrasi peluncuran satelit Iran di Imam Khomeini Spaceport, 9 Februari 2020. Foto/Tangkapan layar IRIB
A A A
LONDON - Pemerintah Inggris mengecam peluncuran satelit militer Iran awal pekan ini. Menurut London, satelit itu diluncurkan dengan menggunakan teknologi rudal balistik sehingga tidak konsisten dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

"Laporan bahwa Iran telah melakukan peluncuran satelit-menggunakan teknologi rudal balistik-menjadi perhatian penting dan tidak konsisten dengan Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB," kata Kantor Luar Negeri Inggris.

"PBB telah meminta Iran untuk tidak melakukan kegiatan apa pun yang berkaitan dengan rudal balistik yang dirancang untuk dapat memberikan senjata nuklir. Iran harus mematuhi ini," lanjut kantor tersebut.

"Kami memiliki keprihatinan yang signifikan dan sudah lama, bersama dengan mitra internasional kami, mengenai program rudal balistik Iran, yang mengganggu kestabilan di kawasan itu dan menjadi ancaman bagi keamanan regional," lanjut Kantor Luar Negeri Inggris, seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (25/04/2020).

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengejutkan para analis dengan mengirimkan satelit militer pertamanya ke ruang angkasa pada hari Rabu dari launchpad yang sebelumnya tidak digunakan dan dengan sistem baru.

Iran menegaskan bahwa programnya nuklirnya bertujuan damai, namun negara-negara Barat khawatir apa yang dikerjakan rezim Teheran akan membantu negara itu membangun rudal balistik antarbenua yang bisa membawa hulu ledak nuklir. Stasiun televisi pemerintah Iran pada hari Kamis mengatakan bahwa Teheran menerima sinyal dari satelit yang diluncurkan, namun televisi itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Prancis mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya sangat mengutuk peluncuran satelit militer Iran dan menyerukan kepada Teheran untuk segera menghentikan segala kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan rudal balistik yang dirancang untuk dapat membawa senjata nuklir, termasuk kendaraan peluncuran ruang angkasa.

"Mengingat bahwa teknologi yang digunakan untuk peluncuran ruang angkasa sangat mirip dengan yang digunakan untuk peluncuran rudal balistik, peluncuran ini secara langsung berkontribusi pada kemajuan yang sangat menyulitkan yang dibuat oleh Iran dalam program rudal balistiknya," bunyi pernyataan pemerintah Prancis. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel juga menyampaikan kecaman.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menolak pernyataan bahwa peluncuran satelit militer itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Iran. Moskow mencatat bahwa Iran memiliki hak untuk mengembangkan program luar angkasa untuk tujuan damai.

Kepala Divisi Dirgantara IRGC Iran, Jenderal Iran Amir Ali Hajizadeh, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa stasiun-stasiun darat di Iran berkomunikasi dengan satelit, yang membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mencapai kapasitas penuhnya.

Dia mengatakan, tanpa menjelaskan lebih lanjut, bahwa IRGC berencana untuk mengirim lebih banyak satelit seperti itu ke orbit yang lebih tinggi di masa depan.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satelit N5 Sasar Daerah...
Satelit N5 Sasar Daerah Terpencil dan Terluar
Teknologi Satelit Jadi...
Teknologi Satelit Jadi Solusi Konektivitas Digital di Kawasan Timur Indonesia
Siap Kolaborasi Lintas...
Siap Kolaborasi Lintas Sektor, Perdokmil Jatim Resmi Dilantik di Kapal Perang
Menguak Tabir Hubungan...
Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!
WNA Inggris Buronan...
WNA Inggris Buronan Interpol Ditangkap di Bali
Timur Tengah Memanas,...
Timur Tengah Memanas, Imigrasi Jaksel Gencarkan Pengawasan Orang Asing
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Rekomendasi
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved