Sampai Mei 2022, Kecelakaan Lalu Lintas di Maros Capai 98 Kasus
Rabu, 25 Mei 2022 - 15:20 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAROS - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Kabupaten Maros, Rabu (25/5/2022). Kali ini lokasinya di depan Pesantren IMMIM Moncongloe. Kecelakaan ini menewaskan seorang pensiunan PNS bernama Mustari (67).
Kanit Laka Polres Maros , Iptu Syamsir mengatakan, dengan kejadian ini, total sudah ada 98 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada awal 2022 ini. Perwira dua balok ini menyebutkan jumlah korban mencapai 162 orang.
Baca juga: Tragis! 2 Pemotor Tewas Terkapar di Jalan Usai Ditabrak Minibus
"25 orang meninggal dunia, 3 luka berat, 134 luka ringan," ujar Syamsir, sembari menyebut bahwakerugian meterial mencapai Rp272 juta.
Dia menyebutkan, penyebab kecelakaan paling dominan adalah human error atau kelalaian manusia.
Syamsir menyebutkan, ada peningkatan jumlah kasus kecelakaan jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. "Mengalami peningkatan 31 kasus," ujarnya.
Baca juga: Mudik Dibolehkan, Satlantas Polres Maros Petakan Arus Kemacetan
Pada tahun 2021, jumlah kecelakaan hingga bulan Mei, hanya 67 kasus. Dengan jumlah meninggal dunia 19 orang, luka berat 8 orang, dan luka ringan 78 orang.
Dia menyebutkan, meningkatnya jumlah kasus kecelakaan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya kurang sadarnya para pengendara saat mengemudi di jalan.
"Adanya sebagian pengendara yang hanya mementingkan diri sendiri dan ngebut saat berkendara," imbuhnya.
Baca juga: Istri Oknum Polisi Mamasa Diduga Terlibat Investasi Bodong
Guna meminimalisir jumlah kasus kecelakaan lalu lintas , dia mengimbau agar masyarakat senantiasa berhati-hati dalam berkendara.
"Jadi kami mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dan menjaga keselamatan saat berkendara dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada," tutupnya.
Kanit Laka Polres Maros , Iptu Syamsir mengatakan, dengan kejadian ini, total sudah ada 98 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada awal 2022 ini. Perwira dua balok ini menyebutkan jumlah korban mencapai 162 orang.
Baca juga: Tragis! 2 Pemotor Tewas Terkapar di Jalan Usai Ditabrak Minibus
"25 orang meninggal dunia, 3 luka berat, 134 luka ringan," ujar Syamsir, sembari menyebut bahwakerugian meterial mencapai Rp272 juta.
Dia menyebutkan, penyebab kecelakaan paling dominan adalah human error atau kelalaian manusia.
Syamsir menyebutkan, ada peningkatan jumlah kasus kecelakaan jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. "Mengalami peningkatan 31 kasus," ujarnya.
Baca juga: Mudik Dibolehkan, Satlantas Polres Maros Petakan Arus Kemacetan
Pada tahun 2021, jumlah kecelakaan hingga bulan Mei, hanya 67 kasus. Dengan jumlah meninggal dunia 19 orang, luka berat 8 orang, dan luka ringan 78 orang.
Dia menyebutkan, meningkatnya jumlah kasus kecelakaan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya kurang sadarnya para pengendara saat mengemudi di jalan.
"Adanya sebagian pengendara yang hanya mementingkan diri sendiri dan ngebut saat berkendara," imbuhnya.
Baca juga: Istri Oknum Polisi Mamasa Diduga Terlibat Investasi Bodong
Guna meminimalisir jumlah kasus kecelakaan lalu lintas , dia mengimbau agar masyarakat senantiasa berhati-hati dalam berkendara.
"Jadi kami mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dan menjaga keselamatan saat berkendara dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada," tutupnya.
(luq)
Lihat Juga :