Pemuda Papua Gelar Diskusi, Ketum PGGP: Pembangunan Harus Berlangsung dalam Kasih, Bukan Kekerasan
Rabu, 25 Mei 2022 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, ketua DPW LIRA Provinsi Papua, Steve R.A Mara., M.Han menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan tersebut penting dilaksanakan untuk memberikan pemahaman peran pemuda Papua dalam membangun bangsa dan negara Indonesia, khususnya Tanah Papua.
"Kami sangat berharap kegiatan ini bisa bersimultan dilaksanakan, sehingga ada pencerahan bagi kaum muda kita agar berpartisipasi aktif untuk membangun Papua dan bangsa menuju Indonesia emas pada 2045," katanya.
Dirinya berharap, generasi muda Papua lebih berfikir strategis untuk menyiapkan dan menerima segala perubahan dan perbedaan yang ada. Baca juga: Jika RUU Disahkan, Daerah Otonomi Baru di Papua Bisa Ikut Pemilu 2024
"Karena perubahan itu akan terus datang. Semisal hari ini pusat memberikan kita Daerah Otonomi Baru. Ini harus kita syukuri sebetulnya. Karena dengan itu akan memperpendek rentan kendali. Kita yang tinggalnya jauh, tidak perlu lagi harus ke Jayapura untuk ketemu gubernur misalkan, namun kita bisa bertemu langsung dengan pemimpin daerah masing-masing di daerahnya. Begitu juga para bupati yang bisa langsung berkoordinasi dengan gubernurnya. Artinya ini bisa lebih mudah," ucapnya.
Dijelaskan, kondisi masyarakat di pesisir dan pegunungan masih jauh dari kesejahteraan, dan hal ini yang menjadi pergumulan pemerintah dan semua pihak untuk bisa memperbaiki keadaan. "Kita lihat hari ini sangat nyata, mayarakat di pesisir pantai dan pegunungan, pembangunan masih kurang nampak, seolah negara tidak hadir di wilayah-wilayah itu. Padahal ini karena tingkat kendali yang jauh. Mari kita lebih terbuka terhadap perubahan yang ada. Siapkan diri untuk itu," katanya.
"Kami sangat berharap kegiatan ini bisa bersimultan dilaksanakan, sehingga ada pencerahan bagi kaum muda kita agar berpartisipasi aktif untuk membangun Papua dan bangsa menuju Indonesia emas pada 2045," katanya.
Dirinya berharap, generasi muda Papua lebih berfikir strategis untuk menyiapkan dan menerima segala perubahan dan perbedaan yang ada. Baca juga: Jika RUU Disahkan, Daerah Otonomi Baru di Papua Bisa Ikut Pemilu 2024
"Karena perubahan itu akan terus datang. Semisal hari ini pusat memberikan kita Daerah Otonomi Baru. Ini harus kita syukuri sebetulnya. Karena dengan itu akan memperpendek rentan kendali. Kita yang tinggalnya jauh, tidak perlu lagi harus ke Jayapura untuk ketemu gubernur misalkan, namun kita bisa bertemu langsung dengan pemimpin daerah masing-masing di daerahnya. Begitu juga para bupati yang bisa langsung berkoordinasi dengan gubernurnya. Artinya ini bisa lebih mudah," ucapnya.
Dijelaskan, kondisi masyarakat di pesisir dan pegunungan masih jauh dari kesejahteraan, dan hal ini yang menjadi pergumulan pemerintah dan semua pihak untuk bisa memperbaiki keadaan. "Kita lihat hari ini sangat nyata, mayarakat di pesisir pantai dan pegunungan, pembangunan masih kurang nampak, seolah negara tidak hadir di wilayah-wilayah itu. Padahal ini karena tingkat kendali yang jauh. Mari kita lebih terbuka terhadap perubahan yang ada. Siapkan diri untuk itu," katanya.
(don)
Lihat Juga :