Evaluasi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2022, Gapasdap: Tiket Online di Merak-Bakauheni Perlu Ditinjau
Selasa, 24 Mei 2022 - 18:36 WIB
loading...
A
A
A
Pada konteks itu, lanjut Khori, Gapasdap menilai masih banyaknya keluhan masyarakat pengguna terhadap penggunaan aplikasi tersebut.
“Masyarakat mengeluhkan baik ketika melakukan transaksi masih merasa kesulitan, yang pada akhirnya harus meminta bantuan calo/agen tiket dengan kompensasi biaya tertentu –dimana hasil temuan lapangan- yang terkadang ongkos kompensasi itu hampir sama dengan harga tiket,” ungkapnya.
Ini terlihat dari beberapa review yang diberikan masyarakat baik di App Store maupun Play Store dengan angka yang cukup rendah.
“Gapasdap memohon kepada pemerintah guna mengevaluasi total pelaksanaan penjualan tiket melalui aplikasi, agar sebelum tuntas, sistem itu untuk sementara tidak diberlakukan atau lebih baik menggunakan sistem sebelumnya seperti transaksi elektronik menggunakan E-money, Brizzi, Tap Bni, Frizzi yang telah digunakan di beberapa rute penyeberangan seperti yang digunakan pada ruas jalan tol,” tambahnya.
Pada point DPP Gapasdap selanjutnya, kata Khoiri, menyoroti keberadaan dermaga eksekutif, dengan armada kapal-kapal yang memiliki kapasitas kecil dan kecepatan yang dibawah standar juga dinilai menjadi salah satu kemacetan saat angkutan lebaran beberapa waktu lalu.
“Lha sebenarnya masih banyak kapal yg memiliki ukuran jauh lebih besar dan lebih cepat yg dapat dioperasikan di dermaga ekeskutif, kok milih kapal berukuran kecil. Untuk itu, kapasitas dermaga yang besar itu menjadi mubadzir sedangkan disisi lain kondisi antrian kendaraan sangat panjang,” tegas Khoiri.
Pengamat Transportasi Bambang Harjo pernah menyampaikan bahwa khusus untuk penyeberangan rute Merak-Bakauheni perlu penambahan jumlah dermaga agar utilitas kapal penyeberangan semakin meningkat dari sekitar 25%-35% menjadi lebih tinggi.
“Masyarakat mengeluhkan baik ketika melakukan transaksi masih merasa kesulitan, yang pada akhirnya harus meminta bantuan calo/agen tiket dengan kompensasi biaya tertentu –dimana hasil temuan lapangan- yang terkadang ongkos kompensasi itu hampir sama dengan harga tiket,” ungkapnya.
Ini terlihat dari beberapa review yang diberikan masyarakat baik di App Store maupun Play Store dengan angka yang cukup rendah.
“Gapasdap memohon kepada pemerintah guna mengevaluasi total pelaksanaan penjualan tiket melalui aplikasi, agar sebelum tuntas, sistem itu untuk sementara tidak diberlakukan atau lebih baik menggunakan sistem sebelumnya seperti transaksi elektronik menggunakan E-money, Brizzi, Tap Bni, Frizzi yang telah digunakan di beberapa rute penyeberangan seperti yang digunakan pada ruas jalan tol,” tambahnya.
Pada point DPP Gapasdap selanjutnya, kata Khoiri, menyoroti keberadaan dermaga eksekutif, dengan armada kapal-kapal yang memiliki kapasitas kecil dan kecepatan yang dibawah standar juga dinilai menjadi salah satu kemacetan saat angkutan lebaran beberapa waktu lalu.
“Lha sebenarnya masih banyak kapal yg memiliki ukuran jauh lebih besar dan lebih cepat yg dapat dioperasikan di dermaga ekeskutif, kok milih kapal berukuran kecil. Untuk itu, kapasitas dermaga yang besar itu menjadi mubadzir sedangkan disisi lain kondisi antrian kendaraan sangat panjang,” tegas Khoiri.
Pengamat Transportasi Bambang Harjo pernah menyampaikan bahwa khusus untuk penyeberangan rute Merak-Bakauheni perlu penambahan jumlah dermaga agar utilitas kapal penyeberangan semakin meningkat dari sekitar 25%-35% menjadi lebih tinggi.
Lihat Juga :